Perkembangan Infrastruktur dan Karakteristik Air Zamzam

Sumur Zamzam dahulu hanya dikelilingi pagar batu yang dibangun secara sederhana.

Perubahan besar terjadi pada masa Khalifah Abbasiyah Abu Ja'far Al-Mansur yang menjadi orang pertama yang membangun kubah di atas Sumur Zamzam pada tahun 145 H.

>>> Promo Alfamart 24-31 Mei 2026: Diskon Spesial Produk Harian

Dasar Zamzam meliputi tiga mata air yang masing-masing menghadap sudut hitam, pegunungan Abu Qubais dan As-Safa, serta Al-Marwah.

Khalifah Abu Ja'far juga memasang marmer pada jendela dan ubin lantainya.

Pemugaran dilanjutkan oleh Al-Mahdi pada tahun 160 H dengan membangun atap kayu jati dan kubah besar di atas ruangan penyiraman jamaah.

Konstruksi tersebut kembali diperbaiki dan ditutup marmer pada masa Al-Mu'tasim tahun 220 H.

Pada era modern, bangunan Zamzam dipindahkan jauh dari lokasi aslinya.

Langkah ini dilakukan karena struktur bangunan lama yang terletak di dekat Ka'bah menghalangi area Tawaf akibat melonjaknya jumlah jamaah.

Khasiat dan Fakta Ilmiah Air Zamzam

Nabi SAW bersabda, "Air terbaik di muka bumi adalah air Zamzam; air ini merupakan sejenis makanan dan penyembuh dari penyakit."

Air suci ini dikenal memiliki berbagai khasiat, mulai dari membantu meredakan rasa lapar hingga mengoleskannya pada mata untuk memperbaiki masalah penglihatan.

Selain itu, air Zamzam dipercaya membantu mengurangi keasaman lambung, mencegah kerusakan gigi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan memperbaiki sel kulit yang rusak.

Secara ilmiah, pengujian membuktikan bahwa air Zamzam mengandung 366mg/1 bikarbonat.

Sumur Zamzam sendiri memiliki kedalaman 30 meter, yang terdiri dari 13 meter sedimen terkompresi dan 17 meter batuan beku.

Air meresap melalui retakan halus pada batuan untuk memperoleh kandungan mineral kalsium dan magnesium yang tinggi.

>>> Julian Alvarez Tegaskan Ambisi Argentina Pertahankan Gelar Piala Dunia 2026

Air Zamzam tidak memiliki warna atau bau, namun memiliki karakteristik rasa yang khas.