Presidensi Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi telah mendistribusikan lebih dari setengah juta liter air Zamzam kepada para pengunjung selama bulan Ramadan.

Distribusi ini menjadi sumber penting bagi jutaan jamaah haji dan umrah yang datang ke Mekkah setiap tahun.

>>> Kalender Jawa 27 Mei 2026: Weton Rabu Wage Berneptu 11

Banyak pengunjung memilih membeli air Zamzam dalam kemasan botol di akhir kunjungan mereka. Air suci tersebut biasanya dibawa pulang untuk diberikan kepada keluarga dan kerabat di rumah.

Asal-Usul Air Zamzam

Asal-usul air Zamzam bermula dari kisah Hajar dan Ismail di tanah tandus Mekkah. Allah menurunkan mata air suci sebagai mukjizat penyelamat mereka.

Berdasarkan riwayat Ibnu Abbas, Nabi Ibrahim diperintahkan untuk membawa istri dan putranya ke tempat yang kala itu belum berpenghuni.

Ketika perbekalan kurma dan air habis, Ismail kecil mulai menangis karena kehausan.

Hajar gelisah mencari air dengan berlari naik turun bukit Safa dan Marwa sebanyak tujuh kali. Dalam kondisi tersebut, Ismail kecil menendang tanah hingga air menyembur keluar.

Versi lain menyebutkan Malaikat Jibril yang diutus Allah untuk menendang tanah dengan tumitnya. Aliran air mancur tersebut kemudian dibatasi oleh Hajar hingga membentuk sebuah sumur.

Penemuan mata air ini mengundang pemukiman suku Jurhum. Namun mereka kemudian diusir dari Mekkah karena membatasi orang lain untuk menggunakan air Zamzam.

Akibatnya, sumur tersebut sempat mengering dan tidak ditemukan selama bertahun-tahun.

Kakek Nabi Muhammad SAW, Abdul-Muttalib, menemukan kembali sumur itu setelah mendapat mimpi tentang mata air abadi di tengah gurun.

Penemuan kembali ini memberi keluarganya hak istimewa eksklusif untuk menyediakan air Zamzam bagi para peziarah.