Jamaah Jumat rahimakumullah..

Salah satu jalan agar seseorang mudah menahan hawa nafsunya ialah dengan memperbanyak muhasabah. Introspeksi diri membuat manusia sadar atas kekurangan dan dosa yang masih dilakukan.

Sering kali seseorang baru menyadari bahwa dirinya pernah mengambil hak orang lain, memakan harta yang bukan miliknya, atau melanggar amanah. Saat hendak memperbaikinya, terasa berat dan pahit. Namun itulah bentuk muhasabah yang sesungguhnya.

Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah berpesan:

>>> Jadwal Bioskop Trans TV 28 – 31 Mei 2026

حَاسِبُوْا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوْا وَزِنُوْا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُوْزَنُوْا

“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab dan timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang.”

Pesan tersebut mengingatkan bahwa perhitungan di akhirat akan terasa lebih ringan bagi orang yang terbiasa mengevaluasi dirinya selama hidup di dunia.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah..

Kehidupan manusia sejatinya adalah perjuangan melawan hawa nafsu dan godaan setan. Pertarungan itu tidak berhenti sampai ajal datang.

Imam Ahmad bin Hanbal saat menjelang wafat masih mengatakan bahwa dirinya belum aman dari godaan setan. Hal itu menunjukkan bahwa manusia tidak boleh merasa paling suci atau paling selamat dari dosa.

Karena itu, jangan pernah lelah memperbaiki diri. Ketika terjatuh dalam kesalahan, segeralah bertobat dan kembali kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ

Maknanya: “Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.”

Jamaah Jumat rahimakumullah..

Muhasabah juga membutuhkan ilmu. Seseorang tidak akan mampu membedakan mana yang halal dan mana yang haram apabila ia tidak mau belajar agama.

Dengan ilmu, manusia dapat memahami aturan syariat sehingga tidak mudah terjebak dalam kesalahan. Ilmu pula yang membantu seseorang menjaga dirinya dari perbuatan yang dilarang Allah SWT.