Khutbah Jumat 29 Mei 2026 tentang Muhasabah untuk Bekal Kebahagiaan Akhirat

Jamaah Jumat rahimakumullah, muhasabah atau introspeksi diri menjadi salah satu amalan penting dalam kehidupan seorang muslim. Dengan muhasabah, seseorang dapat melihat kembali kesalahan yang pernah dilakukan lalu berusaha memperbaikinya sebelum datang hari perhitungan di akhirat.

Dalam khutbah Jumat kali ini, khatib mengajak jamaah untuk menyiapkan diri menghadapi hisab dengan memperkuat ketakwaan dan menahan hawa nafsu.

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيْدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيْرُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah..

Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Kehidupan di dunia hanyalah sementara, sedangkan kehidupan akhirat adalah tempat kembali yang kekal.

Allah SWT mengetahui segala sesuatu yang tampak maupun tersembunyi. Tidak ada satu pun perbuatan manusia yang luput dari pengawasan-Nya. Karena itu, orang yang beruntung ialah mereka yang mempersiapkan diri menghadapi hari hisab.

Allah SWT berfirman:

ﵟوَأَمَّا مَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ وَنَهَى ٱلنَّفۡسَ عَنِ ٱلۡهَوَىٰ فَإِنَّ ٱلۡجَنَّةَ هِيَ ٱلۡمَأۡوَىٰﵞ

Maknanya: “Adapun orang yang takut akan kedudukan Tuhannya dan menahan diri dari hawa nafsu, maka surgalah tempat tinggalnya.” (QS An-Nazi’at: 40-41)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa orang yang takut kepada Allah akan berusaha menjaga dirinya dari perbuatan dosa. Ia menahan hawa nafsu yang mengajak kepada keburukan dan berusaha menjalankan kewajiban yang telah ditetapkan syariat.