Sektor Otomotif Penopang Utama Perdagangan

Struktur ekonomi Jawa Timur dinilai lebih kokoh menghadapi tekanan global. Hal ini karena ditopang diversifikasi sektor strategis.

Sektor industri pengolahan menjadi kontributor utama dengan andil 31,45 persen. Disusul perdagangan sebesar 18,77 persen dan pertanian 10,51 persen.

Kinerja perdagangan daerah menunjukkan tren positif. Surplus perdagangan Jawa Timur pada 2025 menembus Rp210,1 triliun.

Performa itu berlanjut pada triwulan I 2026 dengan surplus Rp54,25 triliun. Subsektor perdagangan mobil, sepeda motor, dan jasa reparasi memberikan kontribusi besar.

Pada 2025, nilai perdagangan dan reparasi kendaraan bermotor di Jawa Timur mencapai Rp148,58 triliun.

"Angka-angka ini mencerminkan betapa besarnya peran industri otomotif dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat Jawa Timur," ujar Iwan.

Ekosistem Industri yang Inklusif

Geliat positif sektor otomotif di Jawa Timur juga terlihat dari lonjakan nilai ekspor.

Nilai ekspor industri otomotif pada 2025 mencapai 510,22 juta dolar AS, naik dari 442,25 juta dolar AS pada tahun sebelumnya.

Jumlah pelaku usaha di sektor ini terus bertambah. Hingga Mei 2026, terdapat 183 unit usaha di sektor otomotif Jawa Timur.

Rinciannya, 66 usaha skala besar, 19 usaha skala menengah, dan 97 usaha skala kecil. Struktur ini menunjukkan ekosistem industri otomotif berkembang secara inklusif.

>>> Lotus Emira 420 Sport: Mesin 4 Silinder Tercepat di Dunia Makin Kencang

"Keberagaman skala usaha ini mencerminkan ekosistem industri yang inklusif dan saling menopang," pungkas Iwan.