Komdigi Blokir Situs Polymarket karena Fasilitasi Taruhan Digital
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi memblokir akses terhadap situs Polymarket. Platform asal Manhattan, Amerika Serikat itu terdeteksi memfasilitasi aktivitas taruhan berbasis uang.
Polymarket merupakan platform pasar prediksi terdesentralisasi yang menggunakan teknologi blockchain dan aset kripto. Pengguna dapat membeli saham untuk berspekulasi pada hasil peristiwa nyata, seperti pemilu atau pertandingan olahraga.
>>> Studi Ungkap Model AI Claude Bisa Alami Kepanikan Saat Tekanan Komputasi Meningkat
Platform ini menjadi sorotan setelah mengunggah materi taruhan terkait politik Indonesia di media sosial X pada 21 Mei 2026.
Unggahan mengenai spekulasi masa jabatan Presiden Prabowo Subianto itu telah dilihat lebih dari 2,5 juta pengguna.
Penegakan Hukum dan Yurisdiksi Global
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, menegaskan pemerintah tidak akan memberi ruang bagi judi online.
"Aktivitas seperti Polymarket mengandung unsur taruhan uang dan spekulasi atas suatu peristiwa yang hasilnya belum pasti," ujarnya.
>>> Ezviz Perluas Portofolio Smart Home di Indonesia Lewat Pengembangan Ekosistem
Komdigi kini memperluas pengawasan dengan menelusuri akun media sosial yang terafiliasi dengan Polymarket. Langkah ini untuk membatasi akses secara komprehensif di berbagai platform digital.
Polymarket juga telah diblokir di sejumlah negara seperti Singapura, Brasil, dan India. Sementara Taiwan, Thailand, China, dan Jepang menerapkan pembatasan akses sesuai hukum nasional.
Sebelum kontroversi di Indonesia, platform ini sempat viral karena memfasilitasi taruhan waktu lengsernya Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Ia kemudian ditangkap oleh pihak Amerika Serikat.
Komdigi mengimbau masyarakat untuk tidak mengakses atau terlibat dalam aktivitas spekulasi berbasis taruhan digital.
>>> FBI Peringatkan Serangan Siber AI Kali365 yang Incar Akun Microsoft 365
Larangan juga berlaku untuk instrumen yang menggunakan aset kripto karena berisiko finansial dan melanggar hukum.
Update Terbaru
Justin Hubner Kenakan Baju Adat Bugis Jelang Pernikahan
Rabu / 27-05-2026, 02:29 WIB
Spurs Samakan Kedudukan Usai Ubah Strategi Pertahanan
Rabu / 27-05-2026, 02:29 WIB
Bank of Scotland Cetak Gol Salto McTominay di Uang Kertas 20 Pound
Rabu / 27-05-2026, 02:29 WIB
New York Knicks Sapu Bersih Cavaliers dan Melaju ke Final NBA
Rabu / 27-05-2026, 02:29 WIB
Klub Premier League Rampungkan Transfer Pemain Jelang Bursa Musim Panas
Rabu / 27-05-2026, 02:29 WIB
Bayern Munich dan Liverpool Berebut Anthony Gordon dari Newcastle
Rabu / 27-05-2026, 02:29 WIB
Silvio Baldini Panggil 24 Pemain Muda Italia untuk Laga Persahabatan
Rabu / 27-05-2026, 02:28 WIB
Real Madrid Terancam Bayar Mahal Demi Pulangkan Jose Mourinho
Rabu / 27-05-2026, 02:28 WIB
San Antonio Spurs Samakan Kedudukan 2-2 Lawan Thunder
Rabu / 27-05-2026, 02:28 WIB
Badai Cedera Melanda Oklahoma City Thunder Jelang Gim Kelima
Rabu / 27-05-2026, 02:28 WIB
Spurs vs Thunder: Gim Kelima Penentu di Final Wilayah Barat NBA
Rabu / 27-05-2026, 02:24 WIB
IFG Life Gelar IFG Youth Runner 2026 untuk Bakat Muda di Labuan Bajo
Rabu / 27-05-2026, 02:24 WIB
Badai Cedera Melanda Oklahoma City Thunder Menjelang Game 5
Rabu / 27-05-2026, 02:24 WIB
RCB Cetak Rekor Powerplay saat Hadapi Gujarat Titans di Kualifikasi IPL
Rabu / 27-05-2026, 02:24 WIB






