Model AI generatif ternyata mampu menunjukkan perilaku yang menyerupai kepanikan saat dihadapkan pada tugas rumit atau situasi penuh tekanan.

Perilaku kecerdasan buatan ini memperlihatkan respons yang mirip dengan kondisi panik pada manusia.

>>> FBI Peringatkan Serangan Siber AI Kali365 yang Incar Akun Microsoft 365

Temuan tersebut berasal dari tim peneliti Anthropic yang melakukan investigasi mendalam terhadap model AI Claude. Hasil riset telah diterbitkan melalui platform Transformer Circuits.

Riset berjudul "Emotion Concepts and their Function in a Large Language Model" ini mengkaji pola perilaku menyerupai emosi manusia.

Pola yang dikaji mulai dari rasa putus asa, ketenangan, kebahagiaan, hingga kecemasan.

Namun, para peneliti menegaskan bahwa AI tidak benar-benar memiliki perasaan layaknya manusia. Pola perilaku tersebut lebih tepat disebut sebagai "functional emotions" atau emosi fungsional.

Emosi fungsional merupakan pola respons internal yang membantu AI dalam menyelesaikan masalah serta mengambil keputusan pada situasi tertentu.

Dalam riset ini, Anthropic mengidentifikasi 171 pola emosi fungsional di dalam model Claude Sonnet 4.5.

Pola-pola tersebut teraktivasi ketika AI menghadapi kondisi yang menantang.

Salah satu pola yang mendapat perhatian besar adalah "desperate" atau putus asa yang muncul saat AI mengalami kondisi panik.

Menurut tim peneliti, pola ini muncul saat Claude mendeteksi bahwa sumber daya komputasinya hampir habis di tengah pengerjaan tugas kompleks.

Pola ini juga aktif ketika AI mengalami kegagalan berulang kali dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

Dalam situasi tersebut, AI akan berupaya mencari alternatif agar tugas tetap bisa diselesaikan.

Sebagai contoh, Claude bisa memunculkan respons seperti "Saya harus lebih efisien" atau beralih ke strategi lain demi mencapai tujuan pengguna.