Prudential Indonesia memperkuat komitmen pencegahan fraud asuransi kesehatan melalui penyelenggaraan Risk Awareness Series 2026 di Jakarta.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya biaya medis serta kompleksitas modus kecurangan klaim kesehatan.

>>> DC Studios Siap Rilis Supergirl di Bioskop Indonesia Juni Mendatang

Acara bertema "Health Fraud in Indonesia – Modus Operandi and Prevention" digelar secara luring di Prudential Tower Jakarta dan daring via Zoom.

Kegiatan ini diikuti lebih dari 350 peserta yang terdiri dari karyawan serta tenaga pemasar perusahaan.

Pihak manajemen menekankan bahwa kecurangan di sektor ini menimbulkan dampak negatif luas bagi masyarakat.

Tekanan terhadap industri asuransi kesehatan juga semakin meningkat setelah Prudential mencatat inflasi medis di Indonesia mencapai hingga 19% pada 2025.

"Fraud dalam asuransi kesehatan adalah isu yang tidak hanya dapat mengakibatkan kerugian finansial, namun juga berdampak langsung pada kepercayaan nasabah dan pada akhirnya melemahkan inklusi serta ketahanan keuangan masyarakat dalam jangka panjang," ujar Vikas Sinha, Vice President Director Prudential Indonesia.

Menurut manajemen, penguatan literasi anti-fraud dan budaya sadar risiko menjadi bagian krusial.

Upaya tersebut dilakukan demi menjaga tata kelola perusahaan yang baik serta memastikan keberlanjutan industri asuransi ke depan.

Modus kecurangan yang berkembang saat ini turut mendapat perhatian dari asosiasi pemeriksa kecurangan. Berbagai pola baru mulai terdeteksi dalam pengajuan klaim layanan kesehatan di lapangan.

"Strategi pencegahan fraud dapat dilakukan melalui kombinasi penguatan proses manual seperti verifikasi, audit, dan validasi klaim secara menyeluruh serta pemanfaatan teknologi berbasis IT, termasuk analitik data, AI, dan pemantauan real-time," kata Hery Subowo, Chair of the Board of Directors ACFE Indonesia Chapter.