Internet Gratis dan Satu Database

Wakil Ketua APTISI, Paristiyanti Nurwardani, menilai kolaborasi ini sebagai lompatan besar. Seluruh kampus swasta kini dapat bersatu dalam satu ekosistem digital terpadu.

"Melalui dukungan internet gratis dari SURGE, sekarang kami memiliki one single database bagi seluruh anggota APTISI," ungkap Paristiyanti.

Sistem terintegrasi ini akan mempermudah penjaminan mutu, penelitian, dan distribusi modul pembelajaran lewat platform SPADA nasional.

Sebagai tahap awal, program digitalisasi ditargetkan menjangkau 1.334 kampus hingga Oktober 2026. Fokus utama dimulai di Pulau Jawa, lalu berlanjut ke Sumatera seperti Lampung dan Palembang.

Dukungan Internet Fiber Optik

Direktur SURGE, Andi L Bharata, menyatakan komitmen korporasi dalam mendukung kesetaraan mutu pendidikan. Pihaknya menyediakan internet berbasis fiber optik murni dengan kecepatan hingga 1 Gbps tanpa batasan kuota.

"Kami memberikan layanan internet fiber optik dengan kecepatan 1 giga tanpa kuota dan tanpa FUP untuk menunjang pembelajaran di perguruan tinggi," tutur Andi.

Selain internet gratis untuk operasional kampus, SURGE juga menyiapkan paket internet rumah murah bagi dosen dan mahasiswa.

Rangkaian acara juga menghadirkan Hashim S. Djojohadikusumo sebagai Keynote Speaker.

>>> Kenali Gejala Lupus, Penyakit Seribu Wajah yang Menyerang Imun Tubuh

Ia menyoroti pemerataan akses internet berkecepatan tinggi sebagai prasyarat keadilan pendidikan.