Universitas Prasetiya Mulya Dorong Transformasi Pembelajaran Berbasis Kolaborasi AI
Perkembangan kecerdasan buatan (AI) mendorong perguruan tinggi mengubah metode pembelajaran agar sesuai kebutuhan industri masa depan.
Kampus kini dituntut menciptakan ekosistem kolaboratif yang mengintegrasikan pendidikan, teknologi, dan dunia usaha.
>>> Strategi BI Jaga Kepercayaan Investor di Tengah Eksodus Global dari Emerging Markets
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menekankan bahwa kampus memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan generasi muda menghadapi disrupsi teknologi global.
AI bukan sekadar pembaruan teknologi, melainkan transformasi paradigma baru dalam proses belajar, bekerja, dan berinovasi.
"Perguruan tinggi harus menjadi ruang yang mendorong kolaborasi, kreativitas, dan kemampuan adaptasi agar mahasiswa Indonesia mampu bersaing secara global," ujar Stella.
Public Sector Lead Amazon Web Services Indonesia, Muhamad Yopan, menambahkan bahwa institusi pendidikan berperan strategis mencetak talenta digital yang responsif terhadap transformasi teknologi.
"Pertumbuhan AI berlangsung sangat cepat dan akan memengaruhi hampir seluruh sektor pekerjaan.
Karena itu, perguruan tinggi perlu membangun budaya belajar yang agile dan dekat dengan kebutuhan industri," kata Yopan.
Prasmul New Look: Wujud Transformasi
Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Hassan Wirayuda, memandang percepatan AI sebagai momentum krusial bagi perguruan tinggi untuk bertransformasi.
"Kampus harus menjadi ruang kolaborasi yang menghubungkan akademisi, industri, dan teknologi agar lahir talenta siap menghadapi kompleksitas masa depan," tuturnya.
>>> Aviliani Soroti Hambatan Investasi Swasta Akibat Komunikasi Pemerintah
Melalui inisiatif Prasmul New Look, universitas memperkokoh pendekatan pembelajaran kolaboratif berbasis teknologi dan AI.
Langkah ini bertujuan mencetak talenta masa depan yang adaptif terhadap dinamika dunia kerja dan industri digital.
"Prasmul New Look bukan sekadar perubahan tampilan fisik kampus, melainkan simbol transformasi cara belajar. Kami ingin menghadirkan lingkungan belajar yang lebih terbuka, kolaboratif, dan adaptif," ucap Hassan Wirayuda.
Update Terbaru
AFTECH dan Jalin Dorong Penguatan Keamanan Sistem Pembayaran Digital
Rabu / 27-05-2026, 01:39 WIB
Telkomsel Siapkan Jaringan 5G untuk Siaran Piala Dunia 2026
Rabu / 27-05-2026, 01:39 WIB
Oppo Resmi Luncurkan ColorOS 16 dengan Fitur AI Personal
Rabu / 27-05-2026, 01:39 WIB
6 Tablet Terlaris di Indonesia 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
Rabu / 27-05-2026, 01:39 WIB
Gangguan Logistik Selat Hormuz Pangkas Ekspor Perhiasan Nasional
Rabu / 27-05-2026, 01:39 WIB
KBRI Kuala Lumpur Identifikasi 16 WNI Tewas dalam Tragedi Kapal Tenggelam di Perairan Perak
Rabu / 27-05-2026, 01:39 WIB
EDC BRI Kini Terima Pembayaran Alipay dan UnionPay
Rabu / 27-05-2026, 01:38 WIB
LPEM FEB UI: Pertumbuhan Ekonomi Belum Sejahterakan Buruh
Rabu / 27-05-2026, 01:38 WIB
Daftar Harga Oppo Find X9 Ultra dan Find X9s HP Flagship Kamera Hasselblad Terbaru
Rabu / 27-05-2026, 01:38 WIB
Nissan Batalkan Pabrik Komponen EV di Inggris Setelah Terima Dana Hibah
Rabu / 27-05-2026, 01:38 WIB
Lotus Emira 420 Sport: Mesin 4 Silinder Tercepat di Dunia Makin Kencang
Rabu / 27-05-2026, 01:34 WIB
Label Bobot Hilang, 14.575 Tesla Model Y di AS Ditarik ke Diler
Rabu / 27-05-2026, 01:34 WIB
Ford Patenkan Atap Kaca Geser untuk Bronco, Solusi Atap Bongkar Pasang
Rabu / 27-05-2026, 01:34 WIB
Prototipe Plymouth Barracuda Targa 1964 dengan 52.000 Mil Dilelang
Rabu / 27-05-2026, 01:34 WIB






