Nickel Industries berhasil membawa pulang dua penghargaan dalam ajang TOP CSR Awards 2026. Acara tersebut digelar di Raffles Jakarta pada 25 Mei 2026.

Perusahaan meraih penghargaan TOP CSR Awards 2026 #Star 4 untuk kategori Corporate Level. Selain itu, penghargaan TOP Leader on CSR Commitment 2026 diberikan kepada Justin Werner.

>>> Barry Likumahuwa Tampil di Konser Rohani POP SELAH untuk Gen Z

Penghargaan ini diberikan atas komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan program CSR dengan prinsip ESG. Dalam ajang tersebut, perusahaan mempresentasikan sejumlah inisiatif sosial dan keberlanjutan.

Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Program Beasiswa Nickel Industries. Program ini dikelola melalui Yayasan Wallacea Hijau Lestari sebagai strategi investasi sosial jangka panjang.

Head of Sustainability Nickel Industries, Muchtazar, menyatakan bahwa penghargaan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam membangun masa depan masyarakat melalui pendidikan.

"Kami percaya bahwa investasi terbaik yang dapat dilakukan perusahaan adalah investasi pada manusia," ujar Muchtazar.

Program beasiswa ini berjalan sejak 2024 dan berkolaborasi dengan Universitas Hasanuddin. Fokus utamanya adalah membuka akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa berprestasi dari wilayah lingkar tambang, terutama Kabupaten Morowali.

Program mencakup biaya penuh hingga empat tahun, pendampingan akademik, dan pengembangan kapasitas non-akademik.

Hingga saat ini, program telah mendukung sedikitnya 20 mahasiswa dari dua angkatan awal, yaitu penerimaan tahun 2024 dan 2025.

>>> Calvin Dores Jalani Perawatan Intensif Akibat Serangan Jantung

Manajemen menargetkan jumlah penerima manfaat akan terus bertambah setiap tahunnya. Sustainability Project Lead Program Beasiswa Nickel Industries, Harry Cahyono, menilai implementasi program telah menunjukkan hasil positif.

"Kami melihat antusiasme yang sangat tinggi dari para penerima beasiswa dalam menjalani proses akademik mereka.

Secara umum, mahasiswa mampu mempertahankan capaian akademik di atas standar minimum, bahkan mencatat rata-rata IPK di atas 3,00," kata Harry Cahyono.

Salah satu penerima beasiswa juga berhasil memperoleh kesempatan magang di Jepang selama satu tahun yang akan dimulai pada pertengahan 2026.

Ini membuktikan bahwa program ini membuka peluang global bagi mahasiswa.

Muchtazar menambahkan bahwa keberhasilan program tidak lepas dari peran manajemen perusahaan.

>>> Komentar Yusuke Murata Soal Pakistan Picu Kontroversi Global

"Dukungan kepemimpinan perusahaan menjadi faktor penting yang memungkinkan program berkembang secara konsisten, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi generasi muda di wilayah operasional," tambahnya.