Tren fashion terus berputar. Gaya klasik vintage kini resmi kembali menjadi inspirasi utama bagi generasi muda.

Salah satu item yang paling menarik perhatian adalah lace atau kain renda. Material ini kini hadir dengan wajah baru yang lebih modern dan ekspresif.

>>> 5 Pengalaman Work&Life Reset Terbaik di Australia Barat

Jika dulu renda identik dengan taplak meja atau busana lawas, kini material tersebut justru menjelma menjadi item wajib di kalangan Gen Z.

Berbagai pilihan mulai dari lace top transparan, rok renda layering, cardigan crochet, hingga dress bergaya coquette ramai menghiasi etalase fashion lokal.

Kembalinya tren ini didorong oleh kreativitas brand lokal yang semakin adaptif membaca pasar. Koleksi dengan sentuhan renda kini tampil lebih wearable untuk gaya harian.

Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, Adi Rahardja, mengatakan tren lace saat ini menjadi bukti bagaimana brand lokal berhasil mengubah stigma gaya lama menjadi lebih edgy dan relevan untuk generasi muda.

“Kami senang sekali bisa menjadi platform yang menjembatani kebutuhan konsumen dengan kreativitas brand lokal.

Banyak brand lokal di Shopee yang kini semakin ekspansif dan adaptif dalam menangkap selera pasar,” ujar Adi.

Keberanian Gen Z dalam mengeksplorasi gaya personal membuat fashion berbahan lace kembali diminati.

Pakaian ini tidak lagi tampil formal dan feminin secara penuh, melainkan dipakai sebagai aksen yang memberi karakter pada outfit harian.

Berbeda dari tren beberapa tahun lalu yang cenderung rapi dan formal, Gen Z menghadirkan pendekatan baru yang lebih playful.

Mereka memanfaatkan teknik layering dan permainan tekstur untuk menciptakan gaya unik.

Salah satu gaya yang sedang populer adalah layering rok lace di atas celana panjang.