Rebahan kini tidak lagi dianggap sebagai kemalasan. Gen Z justru menjadikannya tren wellness untuk mengatasi burnout.

Tren yang disebut 'lie down club' atau klub rebahan ini viral di New York, Amerika Serikat. Peserta berkumpul di taman, melepas sepatu, dan berbaring sambil bermeditasi.

>>> Beasiswa MAUNG 2026 Depok: Kuota 200, Bantuan UKT hingga Lulus

Klub bernama Club Rest Stop ini didirikan oleh praktisi Reiki Maaliyah Symoné. Ia ingin menyediakan ruang aman bagi siapa saja untuk beristirahat.

Pada akhir Juni, sekitar 40 peserta berkumpul di Central Park selama dua jam. Mereka bermeditasi, mendengarkan terapi suara, dan berbaring bersama di atas rumput.

"Ternyata ada begitu banyak orang yang kelelahan," kata Maaliyah, seperti dikutip dari New York Post.

Pemandangan puluhan orang rebahan di taman kontras dengan hiruk-pikuk Kota New York. Suara klakson dan sirene bercampur dengan dentingan mangkuk kristal yang dimainkan Maaliyah.

Video promosi Club Rest Stop di TikTok langsung viral. Ratusan orang membanjiri kolom komentar untuk mendaftar.

Seorang netizen menulis, "Saya benar-benar membutuhkan ini. Rasanya hampir tidak sanggup bertahan di dunia kerja."

>>> Serikat Buruh Marah: 1.000 Pekerja Pabrik Digantikan 50 Robot

Maaliyah mengatakan tujuan utamanya adalah mengubah cara pandang terhadap istirahat.

"Saya ingin menciptakan ruang yang aman agar orang-orang bisa datang dan melihat bahwa beristirahat itu hal yang wajar," ujarnya.

Menurutnya, banyak orang merasa bersalah ketika memilih beristirahat. Di Club Rest Stop, semua orang harus berbaring sehingga tidak ada yang merasa aneh.

Ide ini muncul setelah Maaliyah menangani klien yang mengalami burnout, terutama di industri hiburan. Ia menilai masih banyak yang menganggap istirahat identik dengan tidur atau liburan mahal.

Padahal, memulihkan pikiran bisa dimulai dari langkah sederhana. "Luangkan saja lima menit," katanya.

"Kalau tahu akan menghadapi rapat yang membuat stres, sisihkan lima menit untuk menarik napas dalam-dalam atau memejamkan mata di tempat tenang."

>>> Futuris dan Sejarawan Uji Ketahanan Amerika di Usia 250 Tahun

Dalam lima minggu sejak dipromosikan, lebih dari 700 orang telah mendaftar untuk mendapatkan informasi. Maaliyah berharap peserta membawa pulang kebiasaan sederhana ini.