Golkar Imbau NU Fokus Nasihati Negara, Jangan Sibuk Cari Pemenang Pilpres
Partai Golkar menyuarakan harapan agar Nahdlatul Ulama (NU) lebih fokus mengawal arah bangsa daripada larut dalam politik praktis.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M.
>>> Sains Jadi Fondasi Kecantikan: Riset di Balik Produk yang Dipakai Jutaan Orang
Sarmuji, menilai NU memiliki posisi strategis sebagai kekuatan masyarakat sipil yang mampu menjadi penyeimbang dan pemberi nasihat bagi negara.
“Dibutuhkan betul organisasi seperti NU yang bisa menasihati negara supaya tetap dalam track yang benar dengan cara yang lebih bisa diterima.
NU tidak perlu sibuk siapa yang menang pemilu dan siapa yang menang pilpres,” kata Sarmuji.
Ia menambahkan, NU tidak perlu khawatir kehilangan akses politik karena justru akan semakin diperhitungkan jika bermain di politik besar.
Sarmuji mengajak NU mulai menjaga jarak dari apa yang disebutnya sebagai "politik kecil" atau politik praktis.
Politik Kecil vs Politik Besar
Menurut Sarmuji, politik kecil adalah ketika NU menjadi tim sukses atau sibuk menentukan kandidat pemenang pilpres.
>>> EcoFlow Buka Store Resmi di Tangerang, Perluas Akses Solusi Energi Pintar
Sebaliknya, politik besar berorientasi pada kepentingan bangsa, seperti mengawal proses pemilu yang berkualitas.
“Suka atau tidak suka, NU itu lekat dengan politik.
Tetapi sebagai orang NU yang tidak berada di partai yang identik dengan NU, saya berharap kelekatan NU dengan politik kecil itu dikurangi,” ujarnya.
Sarmuji menegaskan, NU lebih baik terlibat dalam politik kebangsaan dengan memosisikan diri sebagai civil society yang bisa menasihati negara.
“Ini yang saat ini sangat kurang, civil society yang mampu menasihati negara, apalagi menasihati dengan cara yang adem penuh kelembutan seperti tradisi NU,” jelasnya.
>>> Relawan Prabowo Akui Dulu Benci Jokowi, Kini Jatuh Hati
Ia menilai, dengan memperkuat peran sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan dan pemberi masukan kepada pemerintah, NU justru akan semakin diperhitungkan tanpa harus terjebak dalam perebutan kekuasaan praktis.
Update Terbaru
Pangeran Harry Pertimbangkan Ulang Kunjungan ke Inggris karena Masalah Keamanan
Sabtu / 04-07-2026, 21:27 WIB
Wamen LH: Kebakaran TPA Jatiwaringin Bukan Tontonan, Warga Diminta Jauh
Sabtu / 04-07-2026, 21:27 WIB
Bukan Prancis-Argentina, Ini Tim Paling Ganas di Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 21:27 WIB
Perwira AU AS Ditahan Usai Protes Pemakzulan Trump
Sabtu / 04-07-2026, 21:22 WIB
Polisi Duga Penyekapan 3 Staf Percetakan di Jakpus Bukan Pertama Kali
Sabtu / 04-07-2026, 21:22 WIB
Israel Tarik Brigade Givati dari Lebanon Selatan Setelah Delapan Bulan
Sabtu / 04-07-2026, 21:22 WIB
Babak I Indonesia vs Malaysia U-17 Imbang Tanpa Gol, Satu Tembakan Kena Tiang
Sabtu / 04-07-2026, 21:22 WIB
Transmart Full Day Sale Besok: Diskon 50%+20% Seharian
Sabtu / 04-07-2026, 21:21 WIB
Sosok Irjen Wibowo, Kakorlantas Polri yang Baru Dilantik Kapolri
Sabtu / 04-07-2026, 21:21 WIB
Paraguay vs Prancis: Mbappe Berpeluang Kejar Messi di Piala Dunia 2026
Sabtu / 04-07-2026, 21:21 WIB
Nintendo Siap Ambil Tindakan Tegas atas Pelanggaran IP Terkait AI
Sabtu / 04-07-2026, 21:21 WIB
Samsung Dikabarkan Akan Produksi Chip AI 2nm untuk Anthropic dan Meta
Sabtu / 04-07-2026, 21:21 WIB
Dosis Tunggal Psilocybin Ubah Struktur Otak Sebulan Kemudian
Sabtu / 04-07-2026, 21:21 WIB
New York Harbor Gelar Parade Maritim Sail4th 250 yang Spektakuler
Sabtu / 04-07-2026, 21:17 WIB







