Syafrudin Budiman, yang akrab disapa Gus Din, mengaku pernah menjadi pembenci mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilu 2014.

Kini, sebagai relawan Prabowo-Gibran, ia justru menaruh simpati kepada Jokowi. Perubahan drastis ini ia ceritakan dalam sebuah tayangan YouTube.

>>> Update Terbaru Crimson Desert Hadirkan 39 Perlengkapan Baru dan Fitur Tidur Bersama Hewan Peliharaan

Gus Din mengaku ikut menyebarkan tudingan negatif terhadap Jokowi, seperti isu komunisme dan dianggap tidak berpihak pada umat Islam.

"Saya sebelumnya sempat terdogma juga tercuci otak bahwa dia anti Islam lah," ungkap Gus Din.

Pandangannya mulai berubah setelah mendengarkan ceramah di televisi Islam. Ia mendapat pemahaman bahwa mengkritik pemimpin harus dengan adab.

"Kalau kritik harus dengan sopan. Di situ saya eh enggak boleh ternyata.

>>> Manga Licensing Is An Exercise In Empathy: Panel Anime Expo 2026

Hm baru tahu oposisi itu ada caranya dalam Islam," lanjut dia.

Momen yang benar-benar mengubah sikapnya adalah saat Jokowi hadir di aksi 212 di Monas. Kehadiran itu membuat prasangka buruknya runtuh.

Gus Din melihat Jokowi sebagai sosok religius dan nasionalis. "Jokowi masih salat bersama, takbiran bersama.

Di situ saya semakin simpati," tuturnya.

>>> Portsmouth Sepakat Datangkan Striker Marko Milovanovic dari Almeria

Ia kini sadar bahwa fanatisme politik membuatnya mudah percaya tuduhan tanpa fakta. Pengalaman itu menjadi pelajaran berharga.