Istilah situationship dan pasangan nonchalant atau cuek sempat menjadi tren di kalangan Gen Z. Namun kini, semakin banyak anak muda yang meninggalkan pola hubungan tersebut.

Mereka beralih ke konsep baru yang disebut chalant. Tren ini muncul sebagai respons terhadap hubungan minim komitmen yang kurang melibatkan usaha dari kedua belah pihak.

>>> Taylor Swift Gelar Makan Malam Gladi Resik, Tamu Selebriti Berdatangan

Jika dulu sikap dingin dan sulit ditebak dianggap menarik, kini banyak Gen Z justru menginginkan pasangan yang terbuka, konsisten, dan berani menunjukkan rasa sayang.

Fenomena Chalant di Media Sosial

Fenomena ini sempat disinggung dalam episode Love Island. Peserta bernama Sol secara terbuka mengungkapkan tipe pasangan yang ia sukai.

"Aku suka seseorang yang benar-benar menunjukkan ketertarikan padaku. Aku tidak suka orang yang terlalu nonchalant.

Aku justru ingin kamu sangat chalant terhadapku," ujarnya.

>>> Cara Cek Daftar Nominal Bantuan PKH Terbaru dan Jadwal Pencairan 2026

Di TikTok, pembahasan mengenai hubungan chalant semakin ramai. Berbagai video yang mengulas tren tersebut telah ditonton jutaan kali dan mengumpulkan jutaan tanda suka.

Menurut pakar hubungan Hinge, Moe Ari Brown, tren chalant bukan sekadar istilah viral. Ini mencerminkan perubahan ekspektasi dalam dunia kencan.

"Usaha sedang menjadi tren.

Keinginan akan chalance bukan sekadar mengikuti istilah viral, melainkan menginginkan perhatian dan kepedulian yang memang seharusnya menjadi standar dalam sebuah hubungan," ujarnya.

>>> PLTS dan BESS: Solusi Efektif Kurangi Beban Listrik Kota pada 2026

Konsep chalant hadir sebagai bentuk perlawanan terhadap budaya hubungan yang mengagungkan sikap cuek. Alih-alih bermain tarik ulur, banyak anak muda kini lebih menghargai pasangan yang hadir secara emosional.