Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam penanganan diabetes.

Berdasarkan laporan International Diabetes Federation (IDF), jumlah penyandang diabetes di Indonesia pada 2024 mencapai sekitar 20,4 juta orang dewasa berusia 20-79 tahun.

>>> Bukan Musuh, Ternyata MSG Justru Rahasia Mengurangi Garam di Masakan Anda!

Angka tersebut menempatkan Indonesia di peringkat kelima sebagai negara dengan jumlah penyandang diabetes terbanyak di dunia. Indonesia juga menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Tak hanya jumlah kasus yang tinggi, tren diabetes juga mengalami pergeseran.

Penyakit yang sebelumnya lebih banyak ditemukan pada kelompok usia di atas 40 tahun kini semakin sering didiagnosis pada usia produktif, bahkan remaja.

Associate Professor Dr. Do Dinh Tung, Direktur Duc Giang General Hospital di Hanoi, Vietnam, mengatakan diabetes kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia muda.

"Diabetes semakin banyak ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda. Saat ini penyakit tersebut sering didiagnosis pada usia 20-30 tahun, bahkan remaja," ujarnya.

Konsumsi Fast Food Masih Tinggi

Makanan cepat saji seperti mi instan, burger, kentang goreng, hingga ayam goreng masih menjadi menu favorit banyak anak muda.

Jenis makanan tersebut umumnya mengandung kalori, lemak, gula, dan karbohidrat olahan dalam jumlah tinggi.

Kombinasi tersebut berpotensi memicu lonjakan kadar gula darah apabila dikonsumsi secara berlebihan.

Dalam satu porsi burger, misalnya, kandungan gula tidak hanya berasal dari saus, tetapi juga dari roti, lapisan tepung pada daging, serta pelengkap lainnya.

Karena itu, membatasi konsumsi makanan cepat saji dinilai dapat membantu menjaga kesehatan metabolisme.

Gemar Minuman Manis

Selain makanan cepat saji, konsumsi minuman manis juga menjadi perhatian.