Berdasarkan survei Jakpat pada April 2026, sebanyak 67% responden Gen Z mengaku mengonsumsi kopi dalam enam bulan terakhir, disusul teh (65%), jus (47%), dan minuman bersoda (30%).

>>> Menteri Kebudayaan Usulkan Museum Pos Indonesia Bandung Jadi Cagar Budaya Nasional

Associate Professor bidang endokrinologi, diabetes, dan metabolisme di Rush University Medical Center, Chicago, Rasa Kazlauskaite mengatakan minuman manis dapat menyulitkan pengendalian kadar gula darah.

Menurutnya, soda, teh manis, hingga jus buah umumnya mengandung gula tinggi, tetapi minim protein, lemak, maupun serat sehingga tidak memberikan rasa kenyang yang cukup lama.

Sebagai alternatif, ia menyarankan untuk memperbanyak konsumsi air putih. Jika merasa bosan, air putih dapat diberi tambahan potongan buah segar sebagai penambah rasa alami.

Bukan Hanya Karena Terlalu Banyak Gula

Meski konsumsi gula sering dikaitkan dengan diabetes, para ahli menilai penyakit ini tidak disebabkan oleh satu faktor saja.

Diabetes merupakan penyakit multifaktorial yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari riwayat genetik, pola makan yang kurang sehat, minim aktivitas fisik, kualitas tidur yang buruk, hingga stres berkepanjangan.

Konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko, terutama apabila dibarengi dengan gaya hidup yang tidak sehat. Kondisi tersebut dapat memicu resistensi insulin yang pada akhirnya berkembang menjadi diabetes.

Makanan Tidak Manis Pun Bisa Memicu Gula Darah Naik

Banyak orang mengira lonjakan gula darah hanya disebabkan oleh makanan yang rasanya manis. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Ahli kardiologi preventif Stephen Devries mengatakan makanan berpati yang tidak terasa manis justru dapat meningkatkan kadar glukosa darah secara signifikan.

"Banyak orang tidak menyadari bahwa makanan berpati, yang sering kali sama sekali tidak terasa manis justru dapat meningkatkan kadar glukosa darah secara lebih signifikan dibanding makanan manis," ujarnya.

Kelompok makanan berpati meliputi kentang, ubi jalar, jagung, dan kacang polong. Namun, bukan berarti makanan tersebut harus dihindari sepenuhnya.

Konsumsi makanan berpati tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat apabila dipadukan dengan sumber protein tanpa lemak, serat, dan lemak sehat sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

>>> Golkar Imbau NU Fokus Nasihati Negara, Jangan Sibuk Cari Pemenang Pilpres

Melihat tren meningkatnya kasus diabetes pada usia muda, menjaga pola makan, rutin beraktivitas fisik, tidur yang cukup, serta mengelola stres menjadi langkah penting untuk menekan risiko penyakit tersebut sejak dini.