Iduladha dan Inflasi: Analisis Dampak serta Strategi Pengendaliannya
Perayaan Iduladha di Indonesia secara historis memiliki korelasi terhadap fluktuasi indeks harga konsumen (IHK). Momen keagamaan ini berpotensi menyumbang inflasi musiman melalui beberapa jalur transmisi ekonomi.
Penyebab Inflasi Saat Iduladha
Kenaikan harga saat Iduladha umumnya dipicu oleh fenomena demand-pull inflation. Permintaan melonjak tajam sementara penawaran cenderung tetap atau mengalami kendala distribusi.
>>> BRI Gandeng Syailendra Capital untuk Distribusikan Dua Produk Reksa Dana Syariah
Faktor utama adalah lonjakan permintaan protein hewani. Kebutuhan hewan kurban seperti sapi, kambing, dan domba meningkat drastis, diikuti kenaikan harga daging di pasar ritel.
Kenaikan harga komoditas pangan pendukung juga menjadi pemicu. Menu khas Iduladha mendorong permintaan tinggi pada bumbu dapur seperti cabai dan bawang, beras, serta minyak goreng.
Komoditas volatile foods ini sering menjadi penyumbang utama inflasi.
Biaya logistik dan transportasi turut berkontribusi.
Mobilisasi hewan kurban antarwilayah meningkatkan biaya transportasi, sementara kenaikan tarif angkutan umum saat libur panjang Iduladha mempengaruhi sektor jasa transportasi.
>>> PT Citra Tubindo Tbk Bagikan Dividen Hampir 100% Laba Bersih 2025
Langkah Mitigasi
Untuk menekan laju inflasi, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan otoritas moneter. Operasi pasar dan pasar murah perlu diintensifkan untuk komoditas pangan pokok agar harga tetap terjangkau.
Kelancaran distribusi harus dipastikan, terutama di titik penyeberangan dan perbatasan antarprovinsi.
Optimalisasi cold storage untuk menyimpan cadangan daging dan hortikultura juga diperlukan guna mengintervensi pasar saat harga tidak terkendali.
Satgas Pangan perlu melakukan pengawasan ketat untuk mencegah praktik penimbunan oleh spekulan yang memanfaatkan momentum hari raya.
Secara keseluruhan, dampak Iduladha terhadap inflasi bersifat sementara.
>>> Investasi KEK Mandalika Tembus Rp6,018 Triliun, Serap 26.002 Tenaga Kerja
Dengan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah, stabilitas harga diharapkan tetap terjaga sehingga daya beli masyarakat tidak tergerus.
Update Terbaru
Netflix Tayangkan Dokumenter Persidangan Michael Jackson Juni Mendatang
Selasa / 26-05-2026, 23:14 WIB
Manchester United Incar Aurelien Tchouameni dari Real Madrid
Selasa / 26-05-2026, 23:14 WIB
Wacana Pengalihan Fungsi Bea Cukai ke PT Danantara Sumberdaya Indonesia
Selasa / 26-05-2026, 23:14 WIB
Pemerintah Diminta Perkuat Kredibilitas Fiskal untuk Jaga Rupiah
Selasa / 26-05-2026, 23:14 WIB
Vespa GTS Super Tech 250 HPE Resmi Meluncur di Indonesia
Selasa / 26-05-2026, 23:14 WIB
Kemenhan: TNI Bantu Berantas Begal di Jakarta Bagian dari OMSP
Selasa / 26-05-2026, 23:14 WIB
Gaikindo Siap Gelar GIIAS 2026 di ICE BSD City pada 30 Juli-9 Agustus
Selasa / 26-05-2026, 23:13 WIB
Drama 'We Are All Trying Here' Rilis Poster Ending yang Bikin Penonton Ikut Mewek
Selasa / 26-05-2026, 23:13 WIB
Atalia Praratya Badalkan Haji untuk Eril di Tanah Suci
Selasa / 26-05-2026, 23:13 WIB
Promotor Antisipasi Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Harga Tiket Konser
Selasa / 26-05-2026, 23:13 WIB
Presiden Prabowo Tiba di Prancis untuk Kunjungan Negara
Selasa / 26-05-2026, 23:09 WIB
Polres Bungo Gagalkan Penyelundupan Emas Sabuk Hitam 2,3 Kilogram
Selasa / 26-05-2026, 23:09 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa Pastikan Peran Bea Cukai Tidak Hilang
Selasa / 26-05-2026, 23:09 WIB
Investor Efek Syariah Tembus Empat Juta, Sucor AM Dorong Inklusi Pasar Modal
Selasa / 26-05-2026, 23:09 WIB






