Pemprov Jatim Perketat Pengawasan Lalu Lintas Hewan Menjelang Iduladha

Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperketat pengawasan arus keluar masuk hewan ternak menjelang H-1 Iduladha. Langkah ini difokuskan pada wilayah perbatasan dan area pelabuhan.
Kebijakan tersebut diambil untuk mengawal lonjakan pergerakan angkutan yang membawa hewan kurban. Kepala Dinas Peternakan Jatim Indyah Aryani mengatakan ratusan dokter hewan dan petugas dikerahkan di perbatasan.
>>> Ketahui Perbedaan Hantavirus dan DBD dari Gejala hingga Pencegahan
Mereka mengawal setiap pergerakan angkutan yang membawa hewan kurban. Arus mobilitas hewan kurban dalam beberapa hari terakhir dilaporkan meningkat drastis.
Lonjakan ini terjadi seiring keberhasilan Provinsi Jawa Timur dalam mengatasi Penyakit Kuku dan Mulut (PMK). Hal itu berdampak pada tingginya angka penjualan sapi kurban.
Otoritas terkait mengambil tindakan tegas melalui pengetatan arus lalu lintas ternak. Setiap kendaraan pengangkut hewan kurban menjalani pemeriksaan intensif untuk mendeteksi penyakit.
Tim dokter hewan disiagakan untuk memeriksa kesehatan ternak di kawasan perbatasan antara Surabaya dan Jawa Tengah.
Hewan yang dinyatakan sehat akan langsung mendapatkan surat keterangan sehat dari Dinas Peternakan Jatim.
>>> Negara ASEAN Perlu Perkuat Komunikasi Hadapi Gejolak Global
Pengiriman hewan kurban antardaerah diwajibkan mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Dokumen ini menjadi bentuk pengawasan sekaligus jaminan keamanan bagi masyarakat konsumen.
Indyah Aryani berharap tren positif pada sektor peternakan ini dapat terus dipertahankan. Hal itu penting agar Jawa Timur tetap menjaga posisinya sebagai lumbung ternak berskala nasional.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memantau peternak sapi di Bojonegoro menyatakan pengawasan ini sangat krusial.
Pergerakan ternak menjelang Iduladha melonjak tajam, baik antarkecamatan, antarkabupaten, hingga pengiriman keluar provinsi.
>>> Kemenaker Tambah Kuota Magang Nasional 2026 Menjadi 150 Ribu Peserta
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menjalankan program pengendalian penyakit secara berkelanjutan. Langkah tersebut meliputi pemberian vaksinasi gratis PMK dan pemeriksaan klinis oleh dokter hewan berwenang.
Update Terbaru
Pemerintah Matangkan Implementasi Mandatori Biodiesel B50 Mulai 1 Juli 2026
Selasa / 26-05-2026, 19:54 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 17.794 per Dolar AS pada 26 Mei 2026
Selasa / 26-05-2026, 19:54 WIB
BPJS Kesehatan Perkenalkan Inovasi Digital JKN ke Delegasi Asia Pasifik
Selasa / 26-05-2026, 19:53 WIB
BTN Sediakan Rumah Lelang Murah Lewat Lelang Akbar 2026
Selasa / 26-05-2026, 19:53 WIB
Hatago Raih Top Innovation Choice Award 2026 Lewat Camilan Sehat
Selasa / 26-05-2026, 19:53 WIB
Umuh Muchtar Gelar Pesta Juara Persib di Sumedang, Pemain Asing Absen
Selasa / 26-05-2026, 19:53 WIB
Bukan Sukuna, Ini 5 Villain di Anime yang Disebut Punya Kekuatan Lebih Gila
Selasa / 26-05-2026, 19:53 WIB
Ketahui Perbedaan Hantavirus dan DBD dari Gejala hingga Pencegahan
Selasa / 26-05-2026, 19:49 WIB
Negara ASEAN Perlu Perkuat Komunikasi Hadapi Gejolak Global
Selasa / 26-05-2026, 19:49 WIB
Kemenaker Tambah Kuota Magang Nasional 2026 Menjadi 150 Ribu Peserta
Selasa / 26-05-2026, 19:49 WIB
Baznas Terima Sapi Limosin Satu Ton dari Shopee Barokah untuk Kurban
Selasa / 26-05-2026, 19:49 WIB
Astra International Fokus pada Tiga Portofolio untuk Tingkatkan Imbal Hasil
Selasa / 26-05-2026, 19:48 WIB
Medela Potentia Ekspansi ke Kamboja, Luncurkan Salonpas dan Salonsip
Selasa / 26-05-2026, 19:48 WIB
Pemerintah Pusat Kucurkan Rp100,1 Triliun untuk Pascabencana Sumatra
Selasa / 26-05-2026, 19:48 WIB






