Meski begitu, kepraktisan masih menjadi nilai jual utama Toyota Veloz Hybrid. Pengguna tidak perlu mencari fasilitas charging ataupun memikirkan jadwal pengisian baterai saat mobil dipakai setiap hari.

Sistem hybrid Toyota bekerja otomatis sehingga lebih mudah dipahami pengguna umum, terutama yang baru beralih ke kendaraan elektrifikasi.

Veloz Hybrid juga memiliki ground clearance 205 mm. Tinggi mobil seperti ini dinilai lebih aman untuk menghadapi polisi tidur, jalan bergelombang, maupun kondisi jalan yang belum rata.

Sementara itu, BYD M6 DM menawarkan nuansa kabin yang lebih modern. Interiornya dibuat lebih futuristik dengan sensasi berkendara yang mendekati mobil listrik murni.

Di sektor layanan purna jual, Toyota masih unggul lewat jaringan bengkel yang tersebar luas di berbagai daerah. Selain itu, teknologi hybrid Toyota sudah lebih lama digunakan di Indonesia.

Pilihan akhirnya kembali pada kebutuhan masing-masing pengguna. BYD M6 DM lebih cocok untuk pengguna yang ingin pengalaman berkendara elektrifikasi lebih dominan dan siap melakukan charging rutin.

Adapun Toyota Veloz Hybrid lebih pas bagi konsumen yang mengutamakan kepraktisan tanpa perlu mengubah kebiasaan penggunaan mobil sehari-hari.