Fahmi mengingatkan adanya risiko aliran potensi nilai tambah industri ke luar negeri jika pasar domestik terus tumbuh namun tetap didominasi oleh teknologi LFP.

"Yang paling penting justru bagaimana ini menjadi kesempatan bagi Indonesia menciptakan ekosistem industrialisasi kendaraan listrik dari hulu sampai hilir," ujarnya.

Pengembangan EV berbasis NMC dinilai strategis karena cadangan nikel terbesar di dunia milik Indonesia dapat diintegrasikan langsung dengan industri baterai nasional.

Fahmi menekankan pentingnya langkah proaktif pemerintah dalam memastikan pembangunan fasilitas produksi, peningkatan TKDN, transfer teknologi, serta konsistensi roadmap hilirisasi.

>>> Denza B8 Resmi Mendarat di Indonesia, Tawarkan Teknologi Hybrid Mutakhir

Ia juga menilai Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID dapat memainkan peran strategis dalam memperkuat hilirisasi nikel dan pengembangan industri baterai nasional dengan menggandeng investor luar negeri pemilik teknologi baterai berbasis NMC.