Menjelang Idul Adha, orang tua perlu mempersiapkan mental anak sebelum menyaksikan penyembelihan hewan kurban. Faktor usia dan kesiapan psikologis menjadi kunci agar momen tersebut tidak berdampak buruk.

Anak-anak di bawah 7 tahun dinilai rentan mengalami ketakutan hingga trauma. Hal ini disebabkan fungsi kognitif mereka yang belum mampu membedakan ritual keagamaan dengan tindakan agresif.

>>> Amanode Masuk Regulatory Sandbox OJK untuk Likuiditas Kripto

Dokter spesialis anak dan konselor laktasi, dr. Aisya Fikritama A, Sp. A, menjelaskan bahwa anak di usia itu belum bisa memahami makna Idul Adha atau proses penyembelihan.

Pernyataan ini disampaikan melalui unggahan TikTok @draisya. fik.

Kondisi tersebut berisiko membuat anak menganggap penyembelihan sebagai tindakan yang menyakiti binatang. Dampak emosionalnya bisa serius, seperti rasa takut mendalam yang melekat.

Berbeda dengan anak di atas 7 tahun yang kemampuan berpikir abstraknya sudah berkembang. Mereka lebih siap menangkap nilai keagamaan dan esensi pengorbanan.

>>> Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Kunci Komunikasi dan Kepercayaan

Meski demikian, orang tua tetap wajib memberikan penjelasan terlebih dahulu tentang makna penyembelihan kurban. Edukasi awal berperan sebagai pelindung mental anak.

Langkah Pendampingan di Lokasi Kurban

Orang tua disarankan mengajak anak menonton dari jarak aman yang tidak terlalu dekat. Pastikan anak tetap nyaman di tengah lingkungan yang mungkin ramai dan bising.

Larangan keras berlaku untuk tidak memaksa anak yang belum siap secara mental. Pemaksaan dapat merusak kesejahteraan emosional anak dalam jangka panjang.

Dr. Aisya mengingatkan agar orang tua tidak memaksa anak melihat penyembelihan jika mereka tampak takut atau enggan. Ketakutan yang dipaksakan berpotensi melekat lama dalam memori.

>>> Harga Emas Perhiasan di Raja Emas, Hartadinata, dan Laku Emas 26 Mei 2026 Turun

Fokus utama orang tua adalah menanamkan nilai kasih sayang dan semangat berbagi, bukan menjadikan penyembelihan sebagai tontonan.