Harga emas perhiasan di tiga penyedia utama, yaitu Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi (HRTA), dan Laku Emas (CMK Group), tercatat turun secara serentak pada Selasa siang, 26 Mei 2026.

Penurunan ini dipengaruhi oleh faktor global seperti permintaan industri perhiasan dunia, fluktuasi nilai tukar, serta kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan emas.

>>> Nasaruddin Umar: Ibadah Kurban Harus Perkuat Kepedulian Lingkungan

Para calon pembeli dan investor disarankan untuk terus memantau perkembangan harga agar dapat mengambil keputusan terbaik saat membeli atau menjual emas.

Raja Emas Indonesia

Seluruh kadar karat di Raja Emas Indonesia mengalami penurunan. Emas 24 Karat turun Rp 10.000 menjadi Rp 2.260.000 per gram.

Emas 23 Karat turun Rp 9.000 ke Rp 2.112.000 per gram, dan 22 Karat turun Rp 9.000 menjadi Rp 2.019.000 per gram.

Kadar 21 Karat turun Rp 8.000 menjadi Rp 1.929.000 per gram, 20 Karat turun Rp 8.000 ke Rp 1.836.000 per gram, dan 19 Karat turun Rp 7.000 menjadi Rp 1.744.000 per gram.

Emas 18 Karat turun Rp 7.000 ke Rp 1.654.000 per gram, 17 Karat turun Rp 7.000 menjadi Rp 1.561.000 per gram, dan 16 Karat turun Rp 6.000 ke Rp 1.469.000 per gram.

Kadar 15 Karat turun Rp 6.000 menjadi Rp 1.378.000 per gram, 14 Karat turun Rp 5.000 ke Rp 1.286.000 per gram, 13 Karat turun Rp 6.000 menjadi Rp 1.193.000 per gram, dan 12 Karat turun Rp 5.000 ke Rp 1.103.000 per gram.

Hartadinata Abadi

Di Hartadinata Abadi, mayoritas kadar turun, namun emas 20 Karat justru naik Rp 25.000 menjadi Rp 2.460.000 per gram.