Produsen otomotif asal China, Chery, menyatakan minatnya untuk menembus pasar Amerika Serikat. Pasar otomotif AS selama ini masih tertutup bagi mobil-mobil buatan China.

Langkah ekspansi global ini dilakukan setelah Chery meraih pertumbuhan pesat di pasar domestik. Perusahaan kemudian memperluas jangkauan ke Eropa, Timur Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika Latin.

>>> GWM Indonesia: Kenaikan Harga Solar Tak Ganggu Penjualan SUV Premium

Presiden Chery Internasional, Zhang Guibing, menegaskan komitmen perusahaan untuk memanfaatkan peluang di pasar otomotif terbesar dunia.

"Kalau nanti kami mendapatkan waktu yang tepat dan sesuai, kami pasti ingin masuk ke pasar itu," ucap Zhang Guibing.

Rencana ini didasari oleh volume pasar AS yang sangat besar.

"Semua orang tahu bahwa pasar mobil Amerika sangat besar dan kami tentu punya rencana untuk menjual mobil di sana, mungkin hampir semua punya keinginan tersebut," lanjut Zhang Guibing.

>>> Terlalu Bergantung pada Aplikasi Navigasi, Banyak Kendaraan Tersesat di Jalan Sempit

Chery menaungi beberapa merek, termasuk Exeed, iCar, Luxeed, Jetour, dan Omoda. Namun, realisasi ekspansi masih tertahan oleh regulasi ketat dan kesiapan internal perusahaan.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan keterbukaan dengan syarat investasi produksi lokal dan penyerapan pekerja domestik. Namun, wacana ini ditentang keras oleh parlemen dari Partai Republik maupun Demokrat.

Penolakan tersebut diperkuat melalui surat dari puluhan anggota DPR Partai Demokrat kepada Trump bulan lalu.

>>> Damri Luncurkan Bus Royal Class Baru untuk Rute Lintas Tiga Negara

Mereka mendesak tindakan tegas guna mencegah masuknya merek China demi melindungi sektor manufaktur lokal.