Perdebatan mengenai frekuensi mencuci muka yang ideal masih sering terjadi. Sebagian orang merasa cukup sekali sehari, sementara yang lain melakukannya hingga tiga kali.

Membersihkan wajah merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan kulit. Kebiasaan ini tidak hanya mengangkat kotoran, tetapi juga membantu penyerapan produk perawatan kulit.

>>> IHSG 26 Mei 2026 Dibuka Menguat, Saham Prajogo Pangestu Melonjak

Menurut Dr. Lauren Moy, dokter bedah plastik dan dermatolog di Beverly Hills, jarang mencuci muka dapat menyebabkan penumpukan kotoran, minyak, dan sel kulit mati.

Akibatnya, jerawat dan komedo bisa muncul, serta kulit tampak kusam.

Namun, mencuci muka terlalu sering juga berisiko. Keseimbangan perlu dijaga agar kulit tidak kehilangan minyak alami dan mengalami iritasi.

Frekuensi Ideal: Dua Kali Sehari

Para ahli sepakat bahwa frekuensi terbaik adalah dua kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari.

Pendapat ini didukung oleh Holly Mueller, perawat kosmetik, dan Dr. Kseniya Kobets, direktur dermatologi kosmetik di Montefiore Einstein Advanced Care.

Mencuci muka di pagi hari berfungsi mengangkat keringat, minyak, dan sisa produk perawatan yang menempel saat tidur.

Hal ini membuat kulit lebih siap menerima skincare pagi seperti antioksidan dan tabir surya.

>>> Sule Bantah Tudingan Lempar Skrip ke Wajah Kru TV

Sementara itu, membersihkan wajah di malam hari penting untuk menghilangkan debu, polusi, dan makeup. Langkah ini juga memastikan produk perawatan malam terserap optimal.

Penyesuaian Berdasarkan Tipe Kulit

Setiap tipe kulit membutuhkan produk pembersih yang berbeda. Kesalahan dalam memilih sabun dapat berdampak buruk pada kesehatan kulit.

Kulit Kering dan Sensitif: Gunakan pembersih lembut dengan kandungan pelembap seperti glycerin, hyaluronic acid, atau niacinamide. Produk bertekstur krim atau minyak sangat direkomendasikan.