Palari Films merilis film keluarga terbaru berjudul Desember Jani. Film ini menyoroti hubungan rumit antara ibu dan anak dalam keseharian.

Seluruh kru produksi, mulai dari sutradara, penulis skenario, hingga pemeran, didominasi perempuan. Sutradara Ariani Darmawan memimpin proyek yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 2026.

>>> Celyna Grace dan Niki Becker Perebutkan Juara Indonesian Idol S14

Cerita berfokus pada Jani, diperankan Chempa Puteri, yang menyaksikan konflik antara Julia (Hyori Mika) dan ibunya Winnie (Sigi Wimala).

Ketegangan memuncak saat Julia pergi meninggalkan rumah. Jani memilih tinggal bersama neneknya (Tutie Kirana).

Kolaborasi Perempuan dalam Produksi

Produser Meiske Taurisia mengaku belum pernah bekerja dengan tim perempuan sebanyak ini. "Benar-benar ada Ariani sutradaranya, Cyntha Hariadi penulisnya, pemainnya juga semuanya perempuan," ujarnya.

Meski begitu, komposisi ini tidak direncanakan berdasarkan gender. "Kebetulan ya memang semuanya berjenis kelamin perempuan.

Semesta yang membentuk seperti itu," kata Meiske.

Film ini tetap setia menampilkan karakter perempuan tangguh. "Perempuan-perempuan di Palari Films memang selalu kuat, dan itu dilanjutkan dalam Desember Jani," tambahnya.

>>> ZEROBASEONE Cetak Rekor Penjualan Album 10 Juta Kopi

Dinamika Keluarga dan Komunikasi

Sutradara Ariani Darmawan menjelaskan bahwa film ini tentang keluarga. "Ketika kita pulang, apa yang kita bawa?

Ini film tentang banyak hal, tentang keluarga," katanya.

Hambatan komunikasi menjadi sorotan.

"Keluarga kadang tidak bisa mengatakan apa yang ingin dikatakan, dan saat mengatakannya belum tentu tersampaikan dengan baik," ujar Ariani.

Produser menambahkan bahwa film ini adalah bentuk cinta dengan berbagai lapisan kompleksitas. "Antara kesal tapi tetap sayang, rindu tapi kadang memilih menjauh, itu semua ada di keluarga," ungkapnya.

>>> Jadwal Bioskop Trans TV 25-31 Mei 2026: Baby Driver hingga The Message

Pesan moral yang ingin disampaikan adalah pentingnya merawat hubungan meski tidak sempurna. "Yang penting adalah bagaimana dalam ketidaksempurnaan itu, kita tetap berusaha menjaga dan merawatnya," tutup Meiske.