>>> Puluhan Biksu Thudong Lanjutkan Perjalanan ke Yogyakarta Menggunakan Bus

Evaluasi di Sembilan Pasar Lain

Selain masalah kepatuhan di Pasar Seketeng, instansi terkait juga sedang mengevaluasi aktivitas perdagangan di sembilan pasar lainnya.

Pemerintah daerah bahkan mempertimbangkan opsi penutupan total untuk fasilitas di wilayah Labangka akibat penurunan drastis volume transaksi ekonomi.

"Aktivitas Pasar Labangka lesu, jadi kami pertimbangkan akan ditutup. Masyarakat kalau mau beli ikan misalnya, mereka langsung ke nelayan.

Kalau untuk kebutuhan lebih lengkap, ke Pasar Plampang," kata Arif.

Secara keseluruhan, fluktuasi setoran disebabkan oleh penutupan sepihak oleh puluhan pedagang di beberapa lokasi pasar tradisional.

Faktor utama yang memicu tren penurunan tersebut adalah merosotnya jumlah kunjungan pembeli secara global.

"Ini secara global. Ada pedagang yang tidak lagi berdagang.

Seperti kami turun ke beberapa pasar kemarin, puluhan pedagang sudah tidak lagi berdagang. Salah faktornya karena penurunan pembeli," ungkap Arif.

Sebagai perbandingan performa, realisasi penerimaan retribusi pasar pada tahun 2025 sukses melampaui target hingga 107,4 persen, dengan mengumpulkan dana Rp2,9 miliar dari target Rp2,7 miliar.

Kontribusi terbesar tahun lalu disokong oleh sektor pedagang pelataran yang mencatatkan performa hingga 156 persen.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen mengimbangi penarikan pungutan ini dengan perbaikan fasilitas bagi pedagang dan pengunjung.

>>> Cara Mudah Mengaktifkan SPayLater untuk Pengguna Baru Shopee

Kendati demikian, otoritas pasar mengakui perbaikan sarana sanitasi seperti MCK serta penanganan atap bocor belum berjalan dengan optimal.