Sebanyak 58 biksu yang menjalani ritual thudong dari Bali menuju Candi Borobudur beralih menggunakan bus saat melanjutkan perjalanan dari Kabupaten Klaten menuju Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin (26/5/2026).

Rombongan biksu tersebut sebelumnya melakukan ritual Pindapata di sekitar Wihara Bodhivasma, Klaten sejak pukul 07.30 WIB.

>>> Cara Mudah Mengaktifkan SPayLater untuk Pengguna Baru Shopee

Setelah beristirahat, mereka dilepas oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo sekitar pukul 09.00 WIB.

Para biksu berjalan kaki melintasi Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Pemuda, hingga Jalan Dr Soeradji Tirtonegoro.

Namun, setibanya di Taman Makam Pahlawan Ratna Bantala Tegalyoso, perjalanan fisik tersebut dihentikan untuk kemudian dilanjutkan menggunakan moda transportasi bus.

Alasan Beralih ke Bus

Ketua Koordinator Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta Indonesia Walk for Peace 2026, Wiryo Alex Fernando, memaparkan bahwa para biksu beralih naik bus karena tenggat waktu yang mepet untuk bertemu Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono (HB) X.

"Kenapa harus menggunakan bus, karena waktu yang telah ditentukan oleh Ngarsa Dalem (Sultan Hamengku Buwono X) itu jam 15.00 WIB.

Jadi untuk terus jalan kaki kiranya tidak nyandak (tercapai waktunya) untuk sampai di bangsal Kepatihan Keraton Yogyakarta," kata Alex.

Alex merinci, total pemuka agama yang mengikuti ritual jalan kaki lintas provinsi ini berjumlah puluhan orang.

Para peserta thudong tersebut merupakan perwakilan dari sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

>>> 27 Mei 2026 Apakah Hari Libur Idul Adha? Bisa Ambil Long Weekend hingga 6 Hari

"Total ada 58 biksu dari empat negara, yaitu Malaysia, Thailand, Laos dan Indonesia.

Dari Thailand ada 47 biksu, dari Laos ada dua orang, Malaysia ada empat dan sisanya dari Indonesia," kata Alex.