Cisco mengumumkan peluncuran Foundry Security Spec pada 25 Mei 2026. Spesifikasi terbuka ini dirancang untuk membantu organisasi membangun sistem evaluasi keamanan berbasis agentic AI.

Produk baru ini bersifat model-agnostic dan stack-agnostic. Artinya, dapat diintegrasikan dengan berbagai model AI maupun infrastruktur perangkat lunak yang digunakan perusahaan.

>>> ALE AI Forum 2026 Dorong Penguatan Infrastruktur Digital Nasional

Perilisan dilakukan di tengah perubahan lanskap keamanan siber yang dipengaruhi AI generatif dan agen AI otonom.

Cisco menilai tantangan utama saat ini bukan lagi kemampuan LLM, melainkan implementasi model dalam sistem evaluasi keamanan yang konsisten dan terverifikasi.

Pendekatan Keamanan Tradisional Tidak Lagi Cukup

Omar Santos, perwakilan Cisco, menyatakan pendekatan keamanan tradisional semakin sulit mengikuti kecepatan ancaman baru berbasis AI.

"Dengan membagikan pengetahuan yang kami pelajari, kami ingin membantu komunitas keamanan bergerak lebih cepat dan lebih cerdas," ujarnya.

AI generatif mengubah pola operasional keamanan siber. Penyerang kini dapat mengidentifikasi kerentanan dengan kecepatan tinggi melalui otomatisasi AI.

Sementara itu, banyak tim keamanan masih mengandalkan proses manual atau sistem lama.

Cisco menyebut pendekatan temukan dan perbaiki secara bertahap tidak lagi cukup. Model AI perlu didukung sistem orkestrasi, pembagian tugas, dan mekanisme pengawasan untuk evaluasi yang lebih akurat.

Komponen Utama Foundry Security Spec

Foundry Security Spec hadir sebagai kerangka kerja yang dapat digunakan bersama GitHub Spec-Kit. Sistem ini bukan alat pemindai otomatis, melainkan cetak biru untuk infrastruktur evaluasi keamanan berbasis AI.

Cisco mempublikasikan dua komponen utama.

Pertama, Spec artifact mencakup delapan peran agen inti, lima peran tambahan, siklus penemuan kerentanan, kerangka koordinasi, dan sekitar 130 persyaratan fungsional.