Penerbit Grasindo menggelar acara syukuran untuk merayakan pencapaian novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna yang berhasil menembus cetakan ke-100.

Acara tersebut digelar di Gramedia Jalma, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.

>>> Pemkab Brebes Salurkan 2.056 Paket Bansos Wardoyo Tahap I

Pencapaian langka dalam industri perliteratur Indonesia ini mencatatkan angka penjualan yang fantastis.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detikcom, buku tersebut telah terjual lebih dari 250 ribu eksemplar sejak pertama kali terbit pada Februari 2025.

Kisah Ale dan Isu Kesehatan Mental

Kisah dalam novel ini berfokus pada tokoh bernama Ale yang berjuang menghadapi depresi.

Penulis mengemas isu kesehatan mental tersebut melalui pendekatan emosional yang dibalut humor, lewat detail sederhana seperti seporsi mie ayam sebagai simbol harapan hidup.

Keberhasilan buku terlaris ini membawa dampak besar bagi sang penulis.

Brian Khrisna mengaku tidak menyangka karya tersebut akan mendapat sambutan luar biasa hingga dialihbahasakan dan diangkat ke layar lebar.

>>> Pemkab Brebes Salurkan 2.060 Paket Bansos Wardoyo di Wilayah Selatan

"Saya tidak pernah menyangka perjalanan novel ini sampai di titik cetakan ke-100, diterjemahkan ke bahasa lain, bahkan diadaptasi menjadi film.

Buat saya, pencapaian terbesar bukan hanya angka penjualan tapi ketika pembaca merasa dipahami lewat cerita ini," ujar Brian Khrisna.

Popularitas novel ini juga dibuktikan dengan pelaksanaan tur promosi yang telah menjangkau empat kota.

Selain diproduksi menjadi film pada tahun ini, karya tersebut kini telah diterbitkan dalam edisi bahasa Jepang dan bahasa Malaysia.

"Saya bersama penerbit berharap Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati dapat terus menjadi ruang percakapan tentang pentingnya kesehatan mental, kepedulian terhadap sesama, serta bagaimana hal-hal kecil mampu menghadirkan harapan," sambung Brian Khrisna.

Penulis yang aktif sejak tahun 2016 ini sebelumnya telah melahirkan sejumlah karya fiksi dan kumpulan tulisan.

>>> 8 Drakor Rating Tertinggi Minggu Ketiga Mei 2026

Beberapa buku miliknya antara lain Merayakan Kehilangan, Kudasai, Sisi Tergelap Surga, Bandung Menjelang Pagi, The Book of Almost, dan Museum of Broken Heart.