Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memperkuat pemanfaatan teknologi digital dan big data.

Langkah ini bertujuan memetakan potensi pemuda Indonesia secara akurat.

>>> Tim Bulu Tangkis Indonesia Tekuk Aljazair 5-0 di Thomas Cup 2026

Nota kesepahaman (MoU) ditandatangani di Yogyakarta pada Minggu (24/5/2026). Penandatanganan dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat bersama Rektor UGM Prof. Ova Emilia.

Kesepakatan tersebut mencakup kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Hal ini guna mendukung pengembangan kepemudaan serta olahraga nasional.

Kemenpora meyakini kolaborasi ini mampu menjadi percontohan sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi. Taufik Hidayat menegaskan integrasi teknologi menjadi fondasi penting bagi perumusan kebijakan yang berdampak luas.

Penggunaan big data diharapkan membuat rancangan program kepemudaan dan olahraga berjalan lebih efektif. Program tersebut juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Taufik Hidayat menyatakan bahwa pembangunan di sektor ini memerlukan keterlibatan multisektor secara terintegrasi. Pemerintah tidak dapat melakukannya secara mandiri.

>>> Nusrtdinov Zayan Fatih Raih Podium Ketiga di Kejuaraan Berkuda Uzbekistan

Pihak UGM menyambut positif penguatan kemitraan ini sebagai kelanjutan kerja sama yang telah dirintis sejak tahun 2014.

Rektor UGM Prof. Ova Emilia menjelaskan bahwa pemanfaatan sains, teknologi, dan inovasi akan menjadi pilar utama dalam babak baru kolaborasi kedua institusi.

Dukungan UGM terhadap sektor olahraga juga diwujudkan melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang mengelola berbagai klub olahraga, termasuk cabang olahraga Olimpiade.

Implementasi MoU ini selanjutnya akan diturunkan ke tingkat fakultas yang relevan melalui program berbasis riset dan teknologi.

>>> West Ham United Degradasi ke Championship Meski Kalahkan Leeds 3-0

"It will certainly focus not only on human resource capacity building, but also on education, training, and community service," ujar Ova Emilia.