>>> Tiket Konser Westlife di Jakarta Ludes Terjual dalam 12 Jam

Dampak Kontroversi

Bagi masyarakat Korea Selatan, detail visual dan dialog tersebut dinilai sebagai bentuk distorsi serius terhadap sejarah bangsa.

Isu ini masuk ke dalam ranah yang sangat sensitif bagi publik Negeri Ginseng.

Dalam catatan sejarah, Dinasti Goryeo (918-1392) dan Joseon (1392-1910) memang mempertahankan relasi upeti dengan dinasti kekaisaran Tiongkok.

Peristiwa menyerahnya Raja Injo kepada Kaisar Qing pada tahun 1936 bahkan dipandang sebagai penghinaan nasional.

Oleh karena itu, visualisasi busana yang keliru tersebut dipandang menyinggung sejarah setempat.

Langkah itu dinilai menodai deklarasi kemerdekaan dan kedaulatan penuh Korea yang digaungkan oleh Raja Gojong pada tahun 1897.

Pihak MBC telah merilis pernyataan resmi pada akhir pekan lalu. Mereka berkomitmen untuk menghapus bagian adegan yang memicu kontroversi di serial Perfect Crown.

Kendati demikian, tindakan tersebut belum sepenuhnya meredakan kecaman publik. Imbas polemik ini bahkan berdampak langsung pada aktivitas promosi luar jaringan drama tersebut.

Toko pop-up resmi Perfect Crown yang berlokasi di The Hyundai Seoul, Distrik Yeongdeungpo, terpaksa menghentikan operasionalnya pada Senin (25/5/2026).

Penutupan ini dilakukan tiga hari lebih cepat dari jadwal semula.

Kebijakan penghentian penjualan cinderamata resmi juga sudah diberlakukan sejak Sabtu (23/5). Pihak penyelenggara toko pop-up mengumumkan perubahan jadwal kepada pemilik tiket dengan alasan kendala operasional.

>>> Roblox Batasi Akses Fitur Chat demi Lindungi Pengguna Anak

Hingga saat ini, pihak penyelenggara tidak memberikan pernyataan eksplisit yang mengaitkan penutupan mendadak ini dengan sentimen negatif kontroversi sejarah.