Roblox resmi menonaktifkan fitur chat bagi pengguna anak-anak di Indonesia dan Australia. Langkah ini diumumkan pada Senin (25/5/2026) untuk meningkatkan keamanan digital.

Di Indonesia, pengetatan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Perlindungan Anak (PP Tunas).

>>> Kematian Nate Jacobs Guncang Penonton Serial Euphoria

Regulasi itu mewajibkan platform digital menyediakan ruang aman bagi pengguna di bawah 16 tahun.

Sementara di Australia, kebijakan dipicu laporan eksploitasi anak dan metode grooming oleh predator seksual. Roblox merilis dua format akun baru berdasarkan usia yang berlaku mulai Juni 2026.

Akun Berbasis Usia

Anak usia 5 hingga 8 tahun akan diarahkan ke Roblox Kids dengan akses terbatas. Pengguna usia 9 sampai 15 tahun menggunakan Roblox Select dengan pengaturan lebih ketat.

CEO Roblox, David Baszucki, mengatakan akun berbasis umur ini menyelaraskan akses konten, setelan komunikasi, dan kontrol orang tua dengan usia pengguna.

>>> Harry Kiss Siapkan Kurban Idul Adha Atas Nama Vidi Aldiano

Verifikasi usia dilakukan melalui sistem internal atau validasi orang tua. Akun anak akan bertransisi otomatis ke setelan reguler saat usia bertambah.

Orang tua mendapat kendali penuh untuk memblokir permainan tertentu dan mengatur komunikasi anak di bawah 15 tahun.

Pengguna yang tidak verifikasi usia hanya bisa mengakses game rating Minimal atau Sedang tanpa fitur chat.

>>> Bandai Namco Umumkan Yujiro Hanma Jadi Karakter DLC Tekken 8

Sebelum sistem baru, operasional Roblox di Australia sempat terancam pemblokiran. Menteri Komunikasi Australia, Anika Wells, mencecar manajemen setelah laporan paparan gambar tidak senonoh pada pengguna muda.