Drama Korea Perfect Crown memicu gelombang kritik dari penonton setelah menutup musim penayangannya pada 16 Mei lalu.

Serial yang disiarkan oleh MBC ini terus menjadi bahan perbincangan akibat dugaan distorsi sejarah dalam alur ceritanya.

>>> Balinale 2026 Hadirkan Enam Film Hong Kong dari AFAA

Tiga Poin Kontroversi

Gelombang protes pemirsa berfokus pada detail adegan dalam episode 11 yang mengudara pada 15 Mei.

Penonton menyoroti kejanggalan pada dialog serta busana dalam ritual penobatan Pangeran Agung Ian, yang diperankan oleh Byeon Woo Seok.

Terdapat tiga poin krusial yang dianggap sebagai bentuk pembelokan sejarah Korea Selatan. Aspek pertama berkaitan dengan mahkota yang dipakai karakter Ian saat naik takhta.

Berdasarkan catatan sejarah, setelah proklamasi Kekaisaran Korea oleh Raja Gojong pada tahun 1897, mahkota yang semestinya digunakan harus memiliki 12 rumbai.

Namun, kru produksi Perfect Crown justru menampilkan mahkota dengan 9 rumbai.

Dalam garis waktu sejarah, penggunaan mahkota 9 rumbai mengindikasikan bahwa posisi kerajaan tersebut masih berada di bawah kekuasaan kekaisaran lain, seperti Tiongkok.

Poin kedua memicu polemik pada adegan penobatan yang sama, yaitu terkait pemilihan dialog. Tim produksi menggunakan ucapan "Cheonse!"

yang berarti "Hidup panjang seribu tahun!"

Pernyataan tersebut secara historis diucapkan ketika seorang penguasa naik takhta di bawah naungan kekaisaran lain. Dialog yang seharusnya diucapkan adalah "Manse!"

yang berarti "sepuluh ribu tahun!"

Sorotan ketiga tertuju pada adegan dari episode terdahulu yang kembali mencuat setelah kontroversi episode 11 memanas.

Adegan tersebut memperlihatkan tokoh Seong Hui Ju, yang dimainkan oleh IU, saat menuangkan air ke wadah penampung karena dinilai meniru tata cara minum teh khas Tiongkok.