Mantan bos tim Formula 1 Red Bull Racing, Christian Horner, dikabarkan tengah menjajaki pembicaraan serius dengan raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD.

Langkah ini bertujuan membawa BYD masuk ke grid balap jet darat.

>>> Toyota Avanza Bekas 2010 Dilelang Mulai Rp 51,26 Juta

Horner didepak dari posisinya di Red Bull pada pertengahan musim 2025. Keputusan itu diambil setelah periode penuh gejolak yang melibatkan tuduhan perilaku tidak pantas dan penurunan performa tim.

Kini, masa klausul non-kompetisi dalam kontrak lamanya dengan Red Bull telah berakhir. Horner dipastikan sudah mendapatkan lampu hijau untuk kembali beraktivitas di paddock F1.

Sebelumnya, nama Horner sempat dikaitkan dengan rencana pembelian saham di tim Alpine.

Namun, rumor itu meredup setelah Mercedes kabarnya ikut dalam perebutan 24 persen saham tim asal Prancis tersebut.

Menurut laporan The-Race. com pada Senin (25/5/2026), Horner kini mengalihkan fokusnya ke BYD.

Sinyal ini makin kuat setelah dirinya terlihat menghadiri Festival Film Cannes baru-baru ini.

Horner juga sempat mencuri perhatian setelah mengunjungi paddock MotoGP di Sirkuit Jerez, Spanyol, serta gelaran Formula E di Monako yang waktunya bersamaan dengan agenda di Cannes.

Opsi BYD Masuk Grid F1

BYD dilaporkan mempertimbangkan dua opsi strategis untuk masuk ke F1. Opsi pertama adalah mendaftar sebagai tim ke-12 yang sepenuhnya baru.

Opsi kedua melalui akuisisi tim yang sudah ada.

Ambisi Horner untuk kembali ke F1 disebut tidak main-main.

Ia mengincar kepemilikan saham finansial di dalam tim, atau setidaknya memegang kendali penuh atas regulasi tim seperti saat di Red Bull.

>>> Pertamina Bantah Larangan Pembelian Pertalite untuk Mobil di Atas 1400 cc