Penyanyi Britney Spears ditangkap polisi di dekat perbatasan Los Angeles County pada 4 Maret lalu karena mengemudi dalam kondisi mabuk atau DUI.

Pelantun lagu pop itu didakwa melakukan pelanggaran ringan setelah mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi dan oleng.

>>> Calvin Dores Bantah Tudingan Pemalas Usai Berniat Jual Kornea Mata

Spears akhirnya mengaku bersalah atas insiden tersebut.

Menurut laporan kepolisian yang dilansir AP pada Senin (25/5), Spears sempat menolak keluar dari mobil BMW miliknya selama sekitar 10 menit sebelum petugas mengamankannya.

Petugas menyatakan bahwa sang artis mengeluarkan aroma alkohol yang menyengat dan menunjukkan indikasi mabuk saat menjalani pengujian kesadaran.

Spears merespons pertanyaan dengan artikulasi cepat dan cadel, langkah kaki tidak stabil, serta gerakan jemari gelisah.

"Suasana hatinya berubah dari konfrontatif dan gelisah menjadi flamboyan dan patuh. Ia juga tampak berbicara dengan aksen Inggris pada beberapa kesempatan," ungkap polisi.

>>> The Mandalorian and Grogu Rajai Bioskop Amerika Utara dengan Debut US$102 Juta

Spears sempat meremehkan situasi penangkapannya dengan mengatakan, "Saya mungkin bisa minum empat botol anggur dan mengurus kalian, saya malaikat."

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan kadar alkohol dalam darah Spears berada di angka 0,05 dan 0,06, masih di bawah ambang batas legal mabuk California sebesar 0,08.

Namun, penggeledahan tas Spears menemukan satu botol obat Adderall, stimulan penanganan gangguan hiperaktivitas, tanpa resep resmi atas namanya.

Pemeriksaan sampel darah untuk deteksi narkoba telah dilakukan, tetapi hasil laboratorium belum dicantumkan ke berkas perkara.

Penolakan awal Spears untuk turun dari kendaraan didasari rasa takut terhadap situasi jalan raya dan trauma masa lalu terkait pelecehan.

>>> Kominfo Blokir 500 Game Penghasil Uang Palsu per Mei 2026

Aparat akhirnya memborgol Spears setelah tawaran memindahkan mobil ke tikungan ditolak, dan ia justru meminta diantarkan ke rumah pribadinya.