Ancaman Perubahan Iklim: Jakarta dan Kota Besar Dunia Terancam Tenggelam
Alexandria, Mesir, adalah kota terbesar kedua di negara itu dengan populasi 5,7 juta jiwa pada 2024.
Panel iklim PBB memproyeksikan sekitar 30% wilayah Alexandria bakal terendam air pada 2050, memaksa minimal 1,5 juta orang mengungsi.
Miami, Florida, memiliki populasi 460.000 jiwa. Lebih dari separuh wilayah Miami-Dade County berada pada ketinggian hanya 6 kaki di atas permukaan laut.
Sebanyak 60% area tersebut terancam tenggelam pada 2060.
>>> Amazon Siapkan Investasi Rp 584 Triliun di Asia Tenggara untuk Infrastruktur Cloud dan AI
Lagos, Nigeria, adalah kota terbesar di Afrika dengan 16,5 juta penduduk. Banjir musiman kerap melanda dan menyebabkan kerugian miliaran dolar AS per tahun.
Laju penurunan tanah di Lagos mencapai lebih dari 3 inci per tahun.
Dhaka, Bangladesh, memiliki kepadatan tinggi dengan 23,9 juta jiwa. PBB menempatkan Bangladesh dalam 10 negara paling terdampak bencana alam.
Daratan Dhaka tenggelam setengah inci setiap tahun.
Yangon, Myanmar, berpopulasi 5,7 juta jiwa.
Letak geografisnya dekat dengan Sesar Sagaing, sehingga gempa bumi besar bisa meruntuhkan sumur air tanah dan menenggelamkan sebagian besar kota.
Bangkok, Thailand, dihuni 11,2 juta jiwa. Garis pantai Bangkok diprediksi merayap masuk ke daratan lebih dari satu kilometer per tahun.
Dalam seabad, mayoritas wilayah kota ini diperkirakan lenyap.
Kolkata, India, adalah kota terbesar ketiga di India dengan 15,6 juta jiwa. Selain kenaikan air laut, ekstraksi air tanah berlebihan memperparah penurunan tanah.
Banjir tahun 2024 di Bengal Barat berdampak pada 250.000 orang.
Manila, Filipina, berpenduduk 14,9 juta jiwa. Kombinasi ekstraksi air tanah dan aktivitas seismik membuat tanah tidak stabil.
Laju penurunan daratan mencapai 4 inci per tahun, di atas rata-rata global.
Megalopolis Guangdong-Hong Kong-Makau adalah kawasan urban terpadat di dunia dengan 86,9 juta jiwa.
>>> Unitree Ciptakan Robot Mecha GD01 yang Bisa Dikendarai Manusia
Seluruh area terkonsentrasi di Delta Sungai Mutiara, yang diproyeksikan mengalami kenaikan air laut setinggi 5 kaki dalam 100 tahun.
Update Terbaru
Google Ubah Tampilan Play Store di Tengah Investigasi Pinjol Ilegal
Kamis / 09-07-2026, 16:14 WIB
Luffy Bertarung Melawan Imu di Klimaks One Piece
Kamis / 09-07-2026, 16:13 WIB
Hakim Federal: Pengecualian Trump untuk Perusuh Capitol Tak Berlaku bagi Tersangka Bom Pipa
Kamis / 09-07-2026, 16:09 WIB
Gable Steveson Prediksi Josh Hokit Turun ke Kelas Light Heavyweight
Kamis / 09-07-2026, 16:08 WIB
The Walking Dead: Daryl Dixon Raih Nominasi Emmy Pertama dalam Sejarah Waralaba
Kamis / 09-07-2026, 16:08 WIB
Tiga Manga Karya Masashi Ueda Berakhir Serentak
Kamis / 09-07-2026, 16:08 WIB
The Walking Dead: Daryl Dixon Raih Nominasi Emmy Perdana untuk Waralaba
Kamis / 09-07-2026, 16:07 WIB
Kota-Kota di AS Gelar Festival Seni Musim Panas Besar-besaran
Kamis / 09-07-2026, 16:07 WIB
Mahasiswa UNM Raih Pendanaan Santripreneur BAZNAS 2026
Kamis / 09-07-2026, 16:07 WIB
Trump Salah Sebut Zelensky Jadi Putin, Usai Salah Iran Jadi Jepang
Kamis / 09-07-2026, 16:07 WIB
3 Pekerja Tewas di Gorong-gorong Cipayung Saat Bersihkan Sumur Bor
Kamis / 09-07-2026, 16:07 WIB
Erajaya Naik Peringkat di Fortune Southeast Asia 500 Berkat Penjualan Rp76,6 Triliun
Kamis / 09-07-2026, 16:03 WIB
Alasan Toiran Panggil 3 Pemain Veteran untuk SEA V Cup 2026
Kamis / 09-07-2026, 16:03 WIB
Pelabuhan Patimban Targetkan Rute Langsung Ekspor ke Eropa dan AS
Kamis / 09-07-2026, 16:03 WIB







