Jakarta termasuk dalam jajaran kota besar global yang menghadapi ancaman hilang di masa depan.

Krisis ini dipicu oleh perubahan iklim yang melelehkan es kutub dan meningkatkan permukaan air laut.

>>> Film Biopik Michael Jackson Berlanjut ke Sekuel

Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) memproyeksikan kenaikan permukaan air laut mencapai 3 hingga 6 kaki pada tahun 2100.

Akibatnya, ratusan juta penduduk global terancam kehilangan tempat tinggal karena wilayahnya terendam air.

Beberapa kawasan pesisir padat penduduk mulai terancam hilang tersapu laut. Intensitas banjir juga dilaporkan terjadi lebih sering dibandingkan periode sebelumnya.

Pada awal Maret 2025, banjir menggenangi sejumlah titik di Jabodetabek dan Jawa. Wilayah Bekasi bahkan mencatat banjir terparah dibandingkan peristiwa serupa pada 2016 dan 2020.

Jakarta: Kota Paling Cepat Tenggelam

Menurut laporan Sciencing, Jakarta merupakan salah satu kota yang paling cepat tenggelam di dunia. Laju kenaikan air mencapai 17 cm per tahun.

Secara geografis, Jakarta berada di dataran rendah yang dulunya merupakan kawasan rawa. Kondisi ini diperparah oleh 13 sungai yang mengalir membelah kota menuju Laut Jawa.

Frekuensi banjir di Jakarta terus meningkat sejak pergantian abad. Bencana paling destruktif terjadi pada 2007, menewaskan 80 orang dan menyebabkan kerugian ratusan juta dolar.

Pemerintah Indonesia telah memutuskan memindahkan ibu kota ke IKN pada 2022. Risiko banjir tinggi, polusi akut, dan kemacetan masif menjadi alasan utama keputusan tersebut.

Ibu kota baru di IKN diprediksi rampung pada 2045. Saat itu, IKN kemungkinan menjadi pelarian dari Jakarta yang tenggelam.

Kota Lain yang Terancam

Selain Jakarta, sejumlah kota metropolitan lain juga diprediksi mengalami nasib serupa akibat krisis lingkungan.