Pemain asal Uruguay ini menutup musim dengan catatan tujuh gol sekaligus memperlihatkan komitmen tinggi sepanjang kompetisi bergulir.

"Todas mis victorias van para él.

Le pedí antes de venir aquí a jugar que hiciera un esfuerzo más y lo ha hecho bien.

Gracias, papá, ahí donde estés por la fuerza que me has dado," pungkasnya.

Di kubu berlawanan, kapten Girona Cristhian Stuani mengungkapkan kekecewaan mendalam atas kegagalan timnya mengamankan poin penuh di kandang sendiri.

"El fútbol a veces golpea muy duro y hoy toca aceptar un momento muy doloroso," ujar Stuani.

Pemain veteran itu mengapresiasi loyalitas para suporter yang terus memberikan dukungan penuh di tengah situasi sulit.

"Nuestra afición volvió a demostrar lo que significa el Girona, un amor que ni los golpes más duros pueden apagar.

Siento tristeza por no haber sido capaces de darles lo que merecían," tuturnya.

Sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub, Stuani menegaskan keyakinannya bahwa tim akan segera bangkit.

"Si algo sé es que este club nunca deja de levantarse," katanya.

>>> Parma vs Sassuolo: Beradu Gengsi Akhiri Tren Negatif di Pekan Pamungkas

Bek Girona Arnau Martínez juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial kepada seluruh pendukung tim.

"Prácticamente imposible encontrar las palabras para describir," tulis Arnau Martínez.

Arnau merasakan penyesalan mendalam karena menganggap performa tim di lapangan tidak sesuai dengan harapan publik.

"El vacío y la sensación que nos queda es que os hemos fallado y que no hemos estado a la altura," tambahnya.

Kendati demikian, dirinya optimistis bahwa kota dan klub Girona memiliki mentalitas kuat untuk kembali ke level teratas.