Pelatih tim nasional Ghana, Carlos Queiroz, didesak untuk mengubah struktur serangan tim dengan berpusat pada penyerang Antoine Semenyo menjelang Piala Dunia 2026.

Desakan ini muncul setelah Ghana menelan kekalahan 0-2 dari Meksiko pada Sabtu, 23 Mei 2026.

>>> Rheza Danica dan Arbi Aditama Soroti Peran Krusial AHDC bagi Pembalap Muda

Kritik taktis tersebut dilontarkan karena performa Semenyo di level internasional dinilai berbanding terbalik dengan ketajamannya di Liga Utama Inggris.

Bersama Bournemouth dan Manchester City, Semenyo mencetak 16 gol liga pada musim 2025/2026.

Catatan itu menjadikannya pemain Ghana dengan gol terbanyak dalam satu musim Liga Utama Inggris.

Namun, penyerang berusia 26 tahun tersebut baru mengemas tiga gol dari 34 penampilan bersama skuad Black Stars sejak debut melawan Madagaskar pada Juni 2022.

Inkonsistensi Posisi

Masalah utama penurunan performa Semenyo di timnas adalah inkonsistensi posisi penyerangan.

Ia sering dirotasi sebagai penyerang sayap kiri, penyerang lubang, hingga pemain tengah.

Kondisi ini berbeda dengan sistem taktis terstruktur di bawah asuhan Andoni Iraola di Bournemouth maupun Pep Guardiola di Manchester City yang menempatkannya di sisi kanan serangan.

Selain itu, skema permainan timnas Ghana dinilai terlalu lambat dan terisolasi.

Ghana menelan kekalahan dalam lima laga persahabatan terakhir melawan Jepang, Korea Selatan, Austria, Jerman, dan Meksiko.

Perjalanan Karier Semenyo

Di tengah perdebatan mengenai performanya, Semenyo merefleksikan perjalanan kariernya yang sempat mengalami penolakan dari berbagai akademi sepak bola di Inggris saat remaja.

Pemain yang dibeli Manchester City dengan nilai lebih dari 60 juta poundsterling pada awal tahun ini sempat menjalani uji coba di Arsenal, Tottenham Hotspur, Chelsea, Fulham, Millwall, dan Crystal Palace.