Chelsea harus mengamankan tiket ke Liga Europa pada pertandingan terakhir Premier League melawan Sunderland di Stadium of Light, Minggu mendatang.

Laga ini menjadi krusial bagi masa depan prestasi dan keuangan klub.

>>> Sporting CP Hadapi SC Uniao Torreense di Taca de Portugal

Bermain di kasta ketiga seperti UEFA Conference League dinilai tidak memadai untuk klub sebesar Chelsea. Peluang ke panggung Eropa tetap terbuka setelah kemenangan 2-1 atas Tottenham Hotspur.

Chelsea dipastikan absen dari Liga Champions karena tertinggal empat poin dari Bournemouth di peringkat keenam.

Saat ini, The Blues berada di peringkat kedelapan yang hanya memberikan jatah ke Conference League.

Perbedaan Finansial yang Mencolok

Mantan pemain sayap Chelsea, Pat Nevin, menekankan pentingnya menembus Liga Europa. "Liga Champions adalah target utama karena uang terbesar ada di sana.

Liga Europa masih layak, tetapi Conference League tidak cukup untuk klub seperti Chelsea," ujarnya.

Nevin menilai Conference League berisiko menjadi beban tambahan tanpa keuntungan sepadan.

>>> Bryan Mbeumo Puji Pengaruh Bruno Fernandes di Manchester United

Manajemen Chelsea mungkin harus melepas pemain bintang jika gagal meraih pemasukan besar dari kompetisi Eropa yang lebih prestisius.

Total hadiah utama Liga Europa musim ini mencapai 488 juta pound, sedangkan Conference League hanya 246 juta pound.

Selain hadiah, tim di Liga Europa juga mendapat keuntungan lebih besar dari hak siar, sponsor, dan penjualan tiket.

Juara Liga Europa otomatis lolos ke babak utama Liga Champions dan UEFA Super Cup, membuka pemasukan tambahan.

Secara akumulatif, selisih pendapatan antara finalis Liga Europa dan Conference League diperkirakan mencapai £50 juta atau setara Rp1 triliun.

>>> Chelsea Incar Tiket Liga Europa Lewat Laga Kontra Sunderland

Jumlah tersebut dinilai setara dengan biaya untuk mendatangkan satu pemain bintang baru ke Stamford Bridge.