Seniman keramik kontemporer asal Bandung yang kini menetap di Jepang, Albert Yonathan Setyawan, kembali memamerkan karya-karyanya di Jakarta setelah lebih dari satu dekade.

Kepulangannya ditandai dengan eksibisi solo bertajuk Hypnagogia yang diselenggarakan di ara contemporary.

>>> Masayu Clara Turunkan Berat Badan 12 Kg Tanpa Ahli Gizi

Pameran ini dibuka untuk masyarakat umum mulai 23 Mei 2026 dan menampilkan tiga seri karya terbaru sang seniman.

Konsep Hypnagogia

Konsep eksibisi ini berakar dari kondisi psikologis antara transisi tertidur dan belum tidur, yang dikenal sebagai hypnagogia.

Dalam fase kesadaran tersebut, Albert kerap mengeksplorasi gagasan mengenai arsitektur serta pola geometri yang berulang.

Ketertarikan mendalam terhadap dunia rancang bangun melandasi penciptaan karya-karyanya.

Di galeri utama yang terletak di bagian atas ara contemporary, Albert memamerkan seri teranyar bernama Form Constants.

Karya berbentuk repetitif tersebut ditata sehingga menyerupai lukisan tiga dimensi.

Inspirasi seri ini muncul saat dirinya mengamati elemen-elemen arsitektur kota.

Struktur bangunan, susunan tangga, hingga deretan jendela di Tokyo menjadi stimulus visual dalam proses kreatifnya.

"Setiap kali saya jalan-jalan di Tokyo, saya melihat ada arsitektur bangunan, tangga atau jendela, yang sebenarnya tidak berfungsi cuma estetika saja.

Pola berulang itu yang saya buat untuk seri karya terbaru," ungkap Albert saat ditemui di ara contemporary, Jumat (22/5/2026).

Sementara itu, ruang fokus di lantai bawah memajang dua seri lainnya, yaitu Anicca: Altars & Stones serta Tracing Time 14.04.2026 dan Tracing Time 17.04.2026.

>>> RIIZE Siap Comeback dengan Album Mini Kedua II pada Juni 2026

Seluruh kreasi dalam seri tersebut memanfaatkan terakota sebagai bahan dasar utama.