Filosofi Tanah dan Bentuk Sempurna

Bagi Albert, material tanah liat memiliki fungsi yang serupa dengan aturan tata bahasa dalam menyusun kata, frasa, dan klausa.

Struktur paling mendasar dari seni keramik sepenuhnya bertumpu pada medium tanah.

Pameran ini juga menyajikan video seni performa berjudul Squaring the Circle, Circling the Square.

Melalui rekaman tersebut, Albert memperlihatkan proses manipulasi tanah yang diubah menjadi bentuk bulat dan kotak.

"Dua tahun lalu, saya bikin performans, buat bentuk bulat kayak lempengan tanah lalu saya kotakkan. Ada tiga aktivitas berbeda yang direkam secara berbeda.

Si kotak jadi bulat, lalu jadi kotak karena bentuk tanah yang final sulit banget dicari. Tidak ada bentuk yang sempurna," katanya.

Albert juga membagikan pandangan personalnya mengenai istilah yang ia gunakan dalam melahirkan sebuah karya seni.

Dirinya lebih memilih kata menyusun dibandingkan dengan menciptakan sesuatu dari ketiadaan.

"Saya lebih suka kata to compose ketimbang to create. Create seperti kata religius seperti Tuhan, buat saya itu tidak ada.

Semuanya berangkat dari sesuatu yang ada. Semua berkembang dan berubah, jadi sesuatu yang baru," pungkasnya.

>>> Hotta Studio Hadirkan Fitur Bungkam Karakter Taygedo di Neverness to Everness Versi 1.1

Masyarakat dan pencinta seni rupa dapat mengunjungi pameran tunggal Hypnagogia ini hingga 27 Juni 2026.