Sejak kejadian itu, Mama Sinta menyebut dirinya sudah tidak lagi berkomunikasi dengan LBH Papua Pusaka.

Ia turut menyampaikan permintaan maaf kepada pemerintah atas sikap penolakannya terhadap pembangunan PSN yang sebelumnya disuarakan.

“Saya minta maaf karena itu bukan sepenuhnya kemauan saya, tetapi karena ajakan mereka,” ucapnya.

Dalam video yang sama, Mama Sinta memperlihatkan kondisi rumahnya yang dinilai memprihatinkan. Peralatan memasak di dapurnya disebut sudah rusak sehingga sehari-hari masih menggunakan kayu bakar.

Kini Mama Sinta menyatakan mendukung pembangunan PSN di Papua Selatan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap keberadaan proyek tersebut membuka lapangan kerja bagi masyarakat kampung.

“Kami mendukung karena di kampung ini kami tidak punya apa-apa. Harapan kami hanya kepada pemerintah dan perusahaan supaya masyarakat bisa ikut merasakan manfaatnya,” kata Mama Sinta.