Liga Champions: Satu Gelar dalam Sepuluh Tahun

Dengan dukungan finansial besar dari pemilik asal Abu Dhabi, pencapaian Man City di Liga Champions selama era Guardiola kerap dianggap belum sepenuhnya memuaskan.

Guardiola mengakui hal tersebut.

Dalam 10 tahun, Man City hanya sekali menjuarai Liga Champions, tepatnya pada 2023.

Selain itu, mereka sekali menjadi finalis saat kalah dari Chelsea pada 2021 dan satu kali mencapai semifinal pada 2022.

Catatan tersebut dianggap belum sepadan untuk tim yang selama bertahun-tahun disebut sebagai salah satu yang terbaik di Eropa.

Meski begitu, Guardiola tetap bisa menunjuk dua trofi Liga Champions lain yang ia raih bersama Barcelona.

Ferguson memenangkan Liga Champions dua kali bersama MU. Namun, pencapaian itu juga kerap dinilai kurang maksimal jika melihat dominasi domestik Setan Merah pada masanya.

Di antara pelatih asal Britania Raya, Brian Clough dan Paisley tetap menjadi tolok ukur.

Clough membawa Nottingham Forest menjuarai Piala Champions Eropa dua musim berturut-turut pada 1979 dan 1980, sebuah pencapaian langka untuk klub yang bukan raksasa tradisional.

Paisley bahkan memenangkan kompetisi tersebut tiga kali bersama Liverpool dalam kurun lima tahun, yakni pada 1977, 1978, dan 1981.

>>> Manchester United Siapkan Dana Besar untuk Rombak Skuad Musim Panas 2026

Trofi Mayor dan Rekor Poin

Guardiola mengoleksi 17 trofi mayor selama menangani Man City. Jumlah itu menempatkannya di posisi kedua daftar pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris.

Ferguson masih memimpin dengan 28 trofi mayor. Namun, ia bekerja 16 tahun lebih lama dibanding Guardiola.

Di bawah Guardiola terdapat Paisley dengan 14 trofi mayor. Setelah itu ada mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger, yang mengoleksi 10 trofi, termasuk rekor tujuh Piala FA.