Strategi Kunci Kemenangan

Gol kemenangan lahir berkat skema matang setelah Sutiono memanfaatkan umpan dari gelandang Yusuf Bachtiar di depan gawang Petrokimia Putra.

“Akhirnya ada momen. Waktu itu ada umpan dari Kang Yusuf di depan gawang, enggak saya shooting.

Kalau saya tembak, reflek kipernya bagus. Itu kipernya pemain asing.

Kalau saya shooting, pasti kena blok,” katanya.

Taktik mengecoh kiper asing itu diterapkan setelah mempelajari karakternya pada pertemuan fase grup sebelumnya.

“Itu dari apa? Dari pengalaman main pertama kan kita sebetulnya pas penyisihan ketemu Petrokimia Putra juga.

Soalnya kita satu grup. Kan jadi lebih mengenal.

Pas main pertama itu di penyisihan, hasilnya kosong-kosong kalau enggak salah,” tutur Sutiono.

Sesaat setelah bola bersarang, ribuan Bobotoh tumpah ruah ke lapangan hingga aparat keamanan turun tangan.

“Waktu saya bikin gol, penonton kayaknya sudah masuk ke lapangan. Saking apa ya, senangnya.

Bobotoh itu, sampai wah, saya juga, sudah itu kan diamankan karena pertandingan belum selesai.

Banyak kuda-kuda kalau enggak salah waktu itu, yang di pinggir lapangan untuk mengamankan penonton,” ujarnya.

Keriuhan memuncak saat peluit panjang ditiup. Sutiono langsung digotong massa suporter yang berebut mengambil jersey miliknya.

“Begitu pertandingan selesai, saya sudah enggak bisa apa-apa. Semua masuk ke lapangan.

Saya diangkat. Kaus saya dibuka, diambil.

Celana juga sudah mau diambil. Bahaya kalau celana sampai diambil.

Ya sudah, kaus saja enggak apa-apa,” pungkasnya seraya tertawa.

Kekuatan Lokal Persib

Kombinasi ketahanan fisik prima di bawah asuhan Indra Thohir serta kekompakan tim menjadi fondasi utama.

“Yang jelas, kita kan tanpa pemain asing. Mungkin kalau saya, ada pemain lokal ada pemain asing, masih bisa ngandalkan nih.