Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat dan TNI menerjunkan 5.000 personel gabungan untuk mengamankan pertandingan penentu juara Liga Indonesia antara Persib Bandung melawan Persijap Jepara.

Laga krusial tersebut digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu, 23 Mei 2026.

>>> Auckland FC vs Sydney FC di Final A-League Men, Sejarah Baru Tercipta

Penyiagaan ribuan personel dilakukan untuk mengawal ketat jalannya pertandingan sekaligus mengantisipasi potensi konvoi suporter setelah laga usai.

Aparat keamanan menerapkan skema komprehensif yang mencakup pemeriksaan tiket, barang bawaan, hingga penyekatan di empat titik akses masuk stadion.

Langkah preventif ini diambil demi memastikan situasi tetap kondusif di area ring dalam maupun luar stadion.

Pihak kepolisian juga mengimbau seluruh pendukung yang hadir agar senantiasa tertib selama acara berlangsung.

"Kemudian harapannya tentu kepada Bobotoh ataupun para pendukung Persib dapat berpartisipasi menjaga keamanan dan ketertiban," ujar Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Dedi Supriadi.

Pernyataan tersebut dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 23 Mei 2026.

>>> Mengapa Inggris Tetap Membawa Jordan Henderson ke Piala Dunia 2026?

Selain area stadion, fokus pengamanan juga diarahkan ke sejumlah ruas jalan protokol di Kota Bandung.

Polisi mengantisipasi titik-titik rawan kemacetan yang diperkirakan bakal dipadati arak-arakan massa pendukung jika Persib berhasil mengunci gelar juara musim ini.

Peningkatan volume suporter sudah terlihat sejak pagi hari di lokasi penukaran tiket Detasemen Jasa Angkutan (Den Jas Ang), Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong.

Para pendukung fanatik dari Garut, Bogor, hingga luar Pulau Jawa rela mengantre berjam-jam untuk menukarkan tiket elektronik mereka dengan gelang fisik.

Kondisi ramai juga tampak di sekitar kawasan GBLA yang didominasi warna biru khas klub.

>>> Tuchel Coret Foden dan Palmer dari Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026

Banyaknya Bobotoh yang datang sejak dini hari berimbas pada meningkatnya penjualan atribut seperti jersey, slayer, topi, hingga bendera yang dijajakan para pedagang di sekitar lokasi.