Kepolisian Daerah Jawa Barat menyita 310 barang berbahaya saat sterilisasi menjelang pertandingan pamungkas Persib Bandung melawan Persijap Jepara.

Laga tersebut digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, pada Sabtu, 23 Mei 2026.

>>> 10 Serial Netflix Teratas Akhir Pekan Ini, Ada Drakor dan Adili Idola

Petugas gabungan menyisir berbagai sudut area stadion sejak pukul 07.30 WIB, termasuk tribun, selasar, dan kamar mandi.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan merinci hasil operasi sweeping.

"Barang yang diamankan meliputi 151 flare, 100 silver strobe, satu strong red flare, 11 mercon, 20 petasan, tujuh botol minuman keras, serta 20 kartu identitas.

Total barang yang diamankan mencapai 310 item," kata Hendra di Bandung, Sabtu (23/5/2026).

Penyitaan ini diprioritaskan karena barang-barang tersebut berisiko memicu friksi antarpendukung, mengganggu ketertiban, dan mengancam keselamatan jiwa di stadion.

Untuk mengawal pertandingan, kepolisian menyiagakan 3.391 personel gabungan di dalam area stadion dan 1.010 personel untuk mengantisipasi massa suporter di luar arena.

>>> Peter Jackson Akui Salah Pecat Ryan Gosling dari The Lovely Bones

Selain itu, disiapkan pula 2.883 personel gabungan untuk mengantisipasi potensi konvoi atau pawai juara oleh Bobotoh jika Persib mengunci gelar kemenangan.

"Pengamanan dilakukan secara maksimal untuk memastikan pertandingan berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Kami mengimbau seluruh suporter untuk tidak membawa flare, petasan, minuman keras maupun barang berbahaya lainnya ke area stadion," ujarnya.

Polda Jawa Barat memastikan akan menindak setiap pelanggaran hukum yang mengancam keselamatan publik di sekitar GBLA.

Pihak kepolisian juga terus mematangkan koordinasi dengan panitia penyelenggara dan perwakilan suporter untuk meredam potensi gangguan keamanan.

>>> Ariel Tatum Cicipi Balut, Kuliner Ekstrem Khas Filipina di Manila

"Kami berharap masyarakat dan Bobotoh dapat bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan tertib demi kenyamanan bersama," kata Hendra.