Komisi Ojol Turun ke 8 Persen, Ekonom Sebut Gojek dan Grab Bisa Bertahan Berkat Ekosistem Digital
Industri ojek online di Indonesia tengah mengalami perubahan besar. Skema komisi aplikator kini dipangkas menjadi 8 persen.
Langkah ini diambil untuk mematuhi arahan pemerintah terkait kesejahteraan mitra pengemudi. Meski berpotensi menekan margin, ekonom menilai pemain besar seperti GoTo dan Grab Indonesia masih bisa bertahan.
>>> iQOO Z11 5G vs Poco X8 Pro: Baterai Jumbo atau Performa Premium?
Kekuatan Ekosistem Digital
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M. Rizal Taufikurahman, menilai penyesuaian skema bagi hasil ini sebagai bentuk adaptasi positif.
Menurutnya, ini merupakan titik tengah antara kepatuhan terhadap arahan pemerintah dan keberlanjutan bisnis.
Rizal menekankan bahwa kekuatan utama GoTo tidak hanya pada layanan transportasi. Integrasi layanan digital lain seperti pengantaran makanan, merchant, hingga fintech menjadi modal besar.
"GoTo masih memiliki ruang bertahan cukup besar karena kekuatan utamanya bukan hanya layanan transportasi online, tetapi ekosistem digital yang terintegrasi," ujar Rizal dalam keterangan resminya, Sabtu (23/5/2026).
Penurunan komisi memang dapat memengaruhi profitabilitas jangka pendek. Namun, dampaknya bisa diminimalkan jika perusahaan mampu menjaga volume transaksi, loyalitas pengguna, dan efisiensi teknologi.
>>> Nokia G42 5G Resmi Meluncur dengan Desain QuickFix yang Mudah Diperbaiki Mandiri
Tantangan Transformasi Bisnis
Rizal juga menyoroti tantangan besar industri ride-hailing ke depan. Perusahaan harus bertransformasi dari model "bakar uang" menuju model bisnis yang lebih berkelanjutan.
"Tantangan ke depan adalah bagaimana GoTo bertransformasi dari model bakar uang menuju model bisnis yang lebih sustainable," tuturnya.
Sebelumnya, Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menyampaikan sejumlah strategi menghadapi perubahan aturan. Strategi tersebut mencakup penyesuaian skema bagi hasil GoRide dan optimalisasi ekosistem.
Sementara itu, CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, memastikan koordinasi dengan pemerintah terus berjalan. Tujuannya agar implementasi kebijakan baru tidak mengganggu pendapatan mitra.
>>> Hindari Menaruh HP di Empat Tempat Ini untuk Mencegah Kerusakan
Rizal menegaskan, pembahasan komisi tidak hanya soal pemotongan pendapatan perusahaan. Ini juga tentang keseimbangan antara kesejahteraan mitra, harga kompetitif, dan profitabilitas.
Update Terbaru
Vivo Y500 Resmi Hadir di Indonesia, Usung Baterai 8.100 mAh dan Layar AMOLED 120Hz
Rabu / 08-07-2026, 13:20 WIB
Lauren Bennett Sakit Apa? Benarkah Overdosis? Berikut Kronologi Tewasnya Penyanyi Party Rock Anthem
Rabu / 08-07-2026, 13:19 WIB
Dokumen Kredit Janggal, Kuasa Hukum Ngatini Telusuri Aliran Dana Rp70 Juta Bank Jombang
Rabu / 08-07-2026, 12:59 WIB
Pratama Arhan Resmi Gabung Persija, Reuni dengan Shin Tae-yong di Liga 1
Rabu / 08-07-2026, 12:49 WIB
Dana Pelunasan Kredit Rp2,8 Miliar Diduga Tak Masuk Sistem BSI, Kasus Terungkap dari Pengajuan Pinjaman Baru
Rabu / 08-07-2026, 12:42 WIB
Sinopsis Wajah Cinta Yang Lain, Sinetron Baru SCTV Pengganti Istiqomah Cinta
Rabu / 08-07-2026, 12:14 WIB
Mostafa Ziko Kecam Wasit, Tuding Argentina Sudah Disiapkan Juara Piala Dunia 2026
Rabu / 08-07-2026, 12:07 WIB
Profil Irma Hermawati Istri Dody Hanggodo Menteri Pekerjaan Umum yang Viral: Umur, Agama dan IG
Rabu / 08-07-2026, 12:05 WIB
Pelatih Mesir Tuduh Piala Dunia 2026 Diarahkan untuk Argentina
Rabu / 08-07-2026, 12:00 WIB
Utang Pinjol Warga RI Melesat Rp1,66 T dalam Sebulan per Mei 2026
Rabu / 08-07-2026, 12:00 WIB







